20 October 2020, 04:10 WIB

Terus Membangun, Menanam Harapan


Voucke Lontaan | Nusantara

KABAR baik bagi warga di Indonesia Timur itu datang di tengah pandemi. Warga Sulawesi Utara akhirnya bisa mengaspal tol pertama di wilayah mereka.

Akhir September, salah satu ruas Tol Manado-Bitung, yakni Manado-Danowudu, tuntas dibangun. Dari Jakarta, secara virtual, Presiden Joko Widodo menyilakan warga untuk mencoba berkendara di atasnya.

Seperti biasa, Presiden menghadiahkan tol itu untuk pengembangan kegiatan ekonomi. "Perkembangan daerah ini pasti akan semakin pesat," paparnya optimistis.

Tol Manado-Bitung dirancang untuk terintgrasi dengan kawasan industri, baik pariwisata serta yang lainnya. Tol itu akan mempercepat akses sehingga banyak pusat kegiatan itu lebih mudah dijangkau dan mudah dikembangkan.

Sulawesi Utara memiliki banyak potensi dari sisi ekonomi. Mulai industri perikanan, pertanian, perkebunan, hingga yang paling utama ialah pariwisata.

Ruas Manado-Danowudu merupakan bagian dari Tol Manado-Bitung yang memiliki panjang 39,5 kilometer. Panjang ruas Manado-Danowudu 26,35 kilometer.

Ruas sisanya, Danowudu-Bitung, diperkirakan rampung pada Juni 2021. Pembangunan tol itu sudah dimulai pada 2016. Jika kedua ruas sudah tersambung, waktu tempuh Manado-Bitung yang biasanya 90 menit bisa diperpendek menjadi hanya 30 menit.

"Ini sebuah perubahan kecepatan yang sangat pesat. Biaya logistik dari pusat-pusat industri ke Pelabuhan Internasional Bitung bisa ditekan sehingga produk-produk yang dihasilkan lebih efisien dan memiliki daya saing lebih kuat," papar Presiden.

Dengan rampungnya tol itu, Kepala Negara yakin investasi yang masuk akan semakin besar. Usaha-usaha baru akan bermunculan sehingga banyak lapangan kerja baru tercipta. "Kita harap kawasan ini bisa berkembang lebih baik lagi setelah berakhirnya pandemi," tandas Jokowi.

Semula, tol yang dibangun dengan pola kerja sama pemerintah dan badan usaha itu ditargetkan tuntas pada April 2020. Namun, keterlambatan terjadi karena pandemi. Pembangunan tol itu menelan anggaran Rp6,19 triliun.

 

Pekanbaru-Dumai

Di Pulau Sumatra, penyelesaian pembangunan Tol Trans-Sumatra juga berlangsung deras. Masih di akhir September, Presiden Joko Widodo juga meresmikan beroperasinya Tol Pekanbaru-Dumai.

Tol yang dibangun PT Hutama Karya itu akan menjadi yang terpanjang di bagian tengah pantai timur Sumatra. Sebelumnya mereka telah mengoperasikan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 141 kilometer dan Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung sepanjang 189 kilometer.

"Pengoperasian Tol Pekanbaru-Dumai akan membuka konektivitas baru. Ini bisa mendongkrak perekonomian daerah," kata Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Muhammad Fauzan.

Ruas tol dengan panjang 131 kilometer itu akan menghubungkan berbagai kawasan produktif sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, memangkas jarak tempuh, dan biaya logistik. "Tentunya juga menciptakan pusat pusat ekonomi baru di Sumatra," jelas Fauzan.

Ujung utara tol itu akan mempermudah akses menuju Pelabuhan Bandar Sri Junjungan di Kota Dumai. Dumai menjadi pintu masuk bagi para pedagang dunia melalui Selat Malaka.

Indonesia dan Malaysia saat ini terus melakukan berbagai persiapan untuk pembukaan rute roll on roll off (ro-ro) Dumai-Melaka.

Rute itu dinilai dapat merangsang pergerakan barang. Ia juga membantu pelaku UMKM karena keberadaan Pelabuhan Bandar Sri Junjungan dapat mempermudah pergerakan kendaraan pribadi dan kendaraan komersial lainnya.

 

Rel ganda

Catatan sejarah transportasi di Tanah Air juga makin berwarna pada Oktober. Salah satunya ialah selesainya pembangunan jalur ganda kereta api lintas selatan.

Jalur ganda itu mengular dari Cirebon hingga Jombang. Daerah yang dilewati mulai Purwokerto, Yogyakarta, Solo, hingga Madiun. Jaraknya tidak tanggung-tanggung, mencapai 550 kilometer.

Pilihan melakukan perjalanan dengan kereta api di Pulau Jawa semakin cepat dan nyaman. Tidak banyak lagi kereta yang harus ngetem di stasiun untuk memberi jalan bagi kereta lain dari arah berlawanan.

Pengoperasian parsial jalur ganda lintas selatan Jawa dilakukan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Stasiun Balapan, Surakarta. "Kami masih menyisakan pekerjaan untuk 65 kilometer lagi antara Jombang, Mojokerto, dan Wonokromo. Targetnya sudah akan tuntas 1-2 tahun ke depan," tambahnya.

Selesainya jalur ganda lintas selatan ini membuat kereta api semakin andal. Pasalnya, kota-kota dalam tiga aglomerasi besar akan tersambung, yakni Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek); Yogyakarta, Solo, Semarang (Joglosemar), juga Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan (Gerbangkertosusilo).

Jalur ganda tidak hanya memudahkan mobilitas warga dan barang. "Ini juga mendukung pariwisata, terutama pengembangan Borobudur," tambah Menhub.

Jalur ganda itu dibangun sejak 2013 dengan sumber dana dari surat berharga syariah negara. Jalur itu mampu meningkatkan perjalanan kereta api antarkota dari 172 kereta pada 2015 lalu menjadi 291 kereta pada 2019. (RK/WJ/FR/DW/N-2)

BERITA TERKAIT