16 September 2020, 18:08 WIB

Jabar Siapkan RS Rujukan Covid-19 Lintas Daerah


Bayu Anggoro | Nusantara

GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan pihaknya tengah  menyiapkan rumah sakit rujukan untuk mengantisipasi lonjakan pasien
covid-19. Meski secara umum masih mencukupi, namun dia mengakui perlu  kewaspadaan mengingat kasus yang terus bertambah di wilayahnya terutama
di Bogor, Depok, dan, Bekasi (Bodebek).

Emil menjelaskan, ketersediaan ruang perawatan dan isolasi pasien  positif covid-19 rumah sakit rujukan di wilayah Bodebek menurun seiring
bertambahnya kasus terkonfirmasi positif. Pemprov Jabar sedang mematangkan opsi rujukan pasien antarkabupaten/kota sehingga pasien covid-19 dapat ditangani dengan cepat.

"Di Bodebek yang paling mengkhawatirkan. Seperti di Kota Depok, keterisian rumah sakitnya terus bertambah," kata Emil di Bandung, Rabu
(16/9).

Beruntung, menurutnya daerah di sekitar Depok masih memiliki ketersediaan ruang perawatan yang cukup. "Di Kabupaten Bogor, kondisi masih sangat terkendali karena masih di bawah 40% (tingkat keterisian rumah sakit)," katanya.

Oleh karena itu, menurutnya perlu digagas sebuah kebersamaan baru dalam penanganan  covid-19 ini. Salah satunya dengan menerima pasien dari daerah lain.

"Misalnya Depok kewalahan, Kabupaten Bogor bisa menerima pasien KTP Depok. Atas nama kemanusiaan, kami terus berkoordinasi untuk fasilitas kesehatan ini," tambahnya.

Selain itu, Emil memastikan pihaknya terus meningkatkan rasio pengetesan metode uji usap (swab test) polymerase chain reaction (PCR). Merujuk standar organisasi kesehatan dunia (WHO), Jawa Barat harus mengetes dengan metode PCR sebanyak 500 ribu atau 1% dari jumlah penduduk.

"Hanya Kota Cimahi yang sudah memenuhi standar WHO. Tapi, tingkat penularan di Kota Cimahi masih tinggi," katanya.

Mengingat kembali meningkatnya penularan covid-19 di wilayahnya,  Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat
Daud Achmad memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah menerbitkan surat edaran tentang peningkatan kewaspadaan terhadap penularan penyakit tersebut. Dia berharap dengan keluarnya SE tersebut kewaspadaan semua daerahnya meningkat.

Selain itu, bupati/wali kota diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. "Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di Jabar efektif dalam menekan angka penyebaran kasus covid-19," katanya. (R-1)

BERITA TERKAIT