14 September 2020, 20:15 WIB

Perampokan Sadis di Sungai Gebar Ada Motif Dendam


Solmi | Nusantara

PERAMPOKAN bersenjata yang melukai tiga warga Desa Sungai Gebar, Kecamatan Kauala Betara pada Sabtu (12/9) dinihari lalu, diduga ada motif dendam.

Kapolres Tanjungjabung Barat (Tanjab  Barat) AKBP Guntur Saputro membenarkan hal itu saat jumpa wartawan, Senin (14/9). Motif tersebut didapatkan penyidik dari pemeriksaan enam pelaku yang ditangkap Tim Petir enam jam setelah kejadian.

Sang otak pelaku (Juned) yang masih buron, sakit hati karena dua kali pinjam uang tidak dikabulkan oleh korban H Ibrahim.

‘’Sementaramotifnya kita dapatkan begitu. Masih kita kembangkan, dan otak pelakunya masih kita uber,’’ kata Guntur Saputro.

Penyidik juga mendapat pengakuan, Juned dua kali mengajak rapat kawanannya untuk merencanakan aksi perampokan ke kediaman Ibrahim di Parit 11, RT. 04, Desa Sungai Gebar pada Sabtu pukul 01.30 Wibdinihari. Termasuk upaya pelarian juga sudah direncanakan dengan satu unit speed boat.

Baca juga : Penikam Syekh Ali Jaber Ditetapkan sebagai Tersangka

Namun nahas. Rencana tersebut berantakan. Walau bersenjata tajam dan sepucuk senjata api rakitan, korban melawan dan sempat berteriak. Para pelaku akhirnya memilih kabur dengan membawa satu unit hand phone dan sejumlah uang yang tidak seberapa.

Lebih nahas lagi, tidak sampai enam jam, enam dari pelaku yang hendak kabur ke titik yang direncanakan dibekuk Tim Petir di empat lokasi berbeda.

Enam dari tujuh tersangka tertangkap atas nama Aliyasman, 41 tahun, Rabak, 46 tahun, Kaspul Anwar, 50 tahun, Abdul Halim, 47 tahun, Midi, 29 tahun, warga Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Kuala Enok, Kabupaten Tembilahan, Provinsi Kepulauan Riau, dan Jumair, 35 tahun.

Sementara korbannya, H Ibrahim (luka bacok di bagian kepala), besertaisterinya Rahmah dan anaknya Desi yang luka di bagian tangan, dilarikan warga ke RS Daud Arif Kuala Tungkal. ((OL-2)

BERITA TERKAIT