14 September 2020, 05:45 WIB

Mahatmiya Melatih Disabilitas Netra Jadi Barista


(OL/HT/N-2) | Nusantara

BALAI Netra Mahatmiya, Denpasar, Bali, berhasil mengantar sejumlah warga disabilitas menjadi barista andal.

Mereka mengoperasikan kafe Artne Coffee. Akhir pekan lalu, Artne Coffee mengikuti pameran kewirausahaan yang digelar Beachwalk Kuta Bali dan Bali Bazar Community dalam rangka menyambut newnormal.

Penasihat Dharma Wanita Kementerian Sosial Grace Juliari Batubara hadir untuk menyemangati para barista itu.

Chris Waeny, warga Skotlandia yang sudah 10 tahun tinggal di Bali ikut mengagumi keahlian para barista disabilitas netra.

“Hebat. Mereka tidak melihat, tapi bisa membuat kopi enak dan bermain musik. Amazing!,” ujarnya.

Artne Coffee ikut dalam pameran untuk menyosialisa-sikan kewirausahaan barista disabilitas netra kepada masyarakat.

“Ini juga memberi-kan pengalaman bagi mereka untuk berhadapan langsung dengan masyarakat,” ujar Grace. Para barista ini masih da-lam masa layanan di Balai Mahatmiya, milik Kemen-terian Sosial RI.

Mereka telah mendapatkan pelatihan oleh instruktur di balai, mulai cara menyangrai kopi hingga me nyuguhkan kopi kepada pelanggan. Adapun kopi yang diolah berupa arabica dan robusta yang didapatkan lang-sung dari petani kopi di daerah Pupuan, Tabanan, dan Kinta-mani, Bangli.

Di Jawa Tengah, Gubernur Ganjar Pranowo lewat Lapak Ganjar juga ikut memasar-kan kopi produksi petani dan UMKM. Lapak sudah mencapai edisi ke-10. Lapak Ganjar merupakan terobosan yang dilakukan sang gubernur dengan memanfaat-kan jumlah pengikut di akun Instagram-nya. Tujuannya membantu mendongkrak pen-jualan pelaku UMKM di Jateng. (OL/HT/N-2)

BERITA TERKAIT