12 September 2020, 05:05 WIB

Aliran Sungai Brantas sudah Beracun


(BN/AT/N-2) | Nusantara

SUNGAI Brantas tercemar limbah beracun dan berbahaya. Limbah disumbang dari industri, rumah tangga, dan yang terbaru dari mikroplastik.

Fakta itu ditemukan Perum Jasa Tirta 1, yang berkantor di Kota Malang, Jawa Timur. Brantas ialah sungai yang mengalir melewati sejumlah
wilayah di Jawa Timur.

“Pemantauan baku mutu air Brantas yang mengalir di Malang masuk kategori sungai kelas dua. Kadar biochemical oxygen demand
tercatat tinggi atau melebihi baku mutu,” kata Kepala Divisi Teknologi Informasi Perum Jasa Tirta 1, Erwando Rachmadi, kemarin.

Ia mengakui hasil pengukuran itu tidak bisa dijadikan patokan ke depan. Pasalnya, sumber pencemar an, baik dari limbah industri maupun
limbah domestik, kondisinya bisa berubah.

Sementara itu, Kepala Divisi Pengelolaan Aset Hermin Indraswari menyatakan kondisi baku mutu di hilir Kali Surabaya juga buruk. “Di kawasan itu banyak industri. Berbeda dengan di Mojokerto sudah bagus.”

Adanya limbah mikroplastik di Brantas terungkap dari penelitian Universitas Islam Malang dan Surabaya. Mereka mengambil sampel di
Malang, Jombang, Kediri, Mojokerto, dan Tulungagung.

“Hasilnya Sungai Brantas tercemar mikroplastik dan berpotensi bahaya,” kata Alex Rahmatullah, peneliti.

Di Yogyakarta, tempat pembuangan sampah terpadu Piyungan, Bantul, sudah dibayang-bayangi kelebihan kapasitas. Karena itu,
Dinas Pekerjaan umum DI Yogyakarta melakukan sejumlah inovasi agar lokasi bisa digunakan lebih panjang.

Tahun ini, dana yang dikucurkan untuk pembangunan sarana dan prasana di Piyungan mencapai Rp10,7 miliar. Inovasi diharapkan
bisa membuat usia TPST itu lebih panjang dua tahun.

“Kami akan membangun talud, bronjong batu, pemasangan saluran lindi, saluran air, dan jalan operasional,” kata Kepala Bidang Cipta Karya, Arief Azazie Zain.
(BN/AT/N-2)

 

BERITA TERKAIT