11 September 2020, 22:20 WIB

Dokter Gugur Terpapar Korona di Medan Bertambah


Yoseph Pencawan | Nusantara

JUMLAH dokter yang gugur akibat terinfeksi virus dalam penanganan pasien Covid-19 di Kota Medan bertambah, setelah Ifan Eka Syahputra mengembuskan nafas terakhirnya di RS Bunda Thamrin Kamis (10/9).

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Medan Wijaya Juwarna mengungkapkan, dr Ifan Eka Syahputra, SpA merupakan dokter yang aktif merawat pasien Covid-19. "Beliau meninggal dunia karena terpapar Covid-19," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (11/9).

Namun Wijaya tidak dapat memastikan apakah virus yang menginfeksi dokter Ifan ditularkan dari pasien atau bukan. Dari mana pun penularan berasal, lanjutnya, yang pasti setiap dokter atau tenaga medis yang aktif merawat pasien Covid-19 memiliki risiko terpapar yang jauh lebih tinggi dari pihak-pihak lain yang terlibat dalam penanganan pandemi.

Wijaya menuturkan, Ifan merupakan seniornya di dunia kedokteran dan selama ini dokter spesialis anak itu dikenalnya sebagai pribadi yang baik, ramah, rajin beribadah dan selalu mengutamakan kepentingan pasien anak dan masyarakat.

Terlebih saat ini banyak rumah sakit yang bukan menjadi rujukan, ikut menangani pasien Covid-19. Karena itu pihaknya kembali menganjurkan pemerintah untuk segera mengklasifikasikan rumah sakit atau gedung rumah sakit yang khusus untuk merawat pasien Covid-19.

Rumah sakit atau gedung rumah sakit untuk penanganan pasien Covid-19 harus terpisah dari perawatan pasien dengan penyakit yang lain. Hal itu perlu segera dipastikan mengingat beberapa rumah sakit yang selama ini menjadi rujukan pasien Covid-19 sudah semakin penuh.

Meninggalnya dokter Ifan menambah jumlah dokter yang gugur akibat terinfeksi virus corona di Kota Medan menjadi 11 orang dan 14 orang di Sumatra Utara.

Kesepuluh dokter lain yang sudah gugur antara lain Ucok Martin, Irsan Nofi Hardi Nara Lubis, Anna Mari Ulina Bukit dan Aldreyn Asman Aboet.  Kemudian, Andika Kesuma Putra, Ahmad Rasyidi Siregar, Dennis, Sabar Tuah Barus, Daud Ginting dan Edwin Parlindungan Marpaung. Ditambah empat dokter lain dari luar Kota Medan.

Mereka adalah Herwanto (Kabupaten Asahan), Maya Norismal Pasaribu (Kabupaten Labuhanbatu Utara), M Hatta Lubis (Kota Padangsidimpuan) dan H Muhammad Arifin Sinaga (Kabupaten Langkat). (OL-13)

BERITA TERKAIT