09 September 2020, 18:55 WIB

Transaksi Nontunai Direalisasikan di Pasar dan Tempat Wisata


Lilik Darmawan |

Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Purwokerto bersama Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah terus menggenjot transaksi nontunai di pasar tradisional dan tempat wisata. Hal itu dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat pada masa pandemi covid-19.

Pada Rabu (9/9), ada satu pasar dan empat lokasi wisata yang melaksanakan go digital dengan mengimplementasikan transaksi nontunai melalui Quick Response Indonesia Standard (QRIS).

Ada satu pasar, yakni Pasar Manis dan empat lokasi wisata, yakni Lokawisata Baturraden, Taman Balai Kemambang, THR Pangsar Soedirman, dan Taman rekreasi Andhang Pangrenan yang menerapkan QRIS.

Selain itu, transaksi pajak dan restoran sebanyak 500 hotel dan restoran juga telah menggunakan aplikasi nontunai.

Kepala BI Perwakilan Purwokerto Samsun Hadi mengatakan bahwa transaksi nontunai dilaksanakan untuk optimalisasi pendapatan daerah. Dengan adanya QRIS, maka akan lebih memudahkan masyarakat dalam bertransaksi.

"Apalagi, dengan transaksi nontunai akan dapat mendukung pelaksanaan akuntabilitas keuangan yang baik. Selain itu, transaksi non tunai ini tidak hanya tuntutan teknologi yang semakin berkembang, melainkan juga menjadi kebutuhan dalam masa-masa sulit pandemi covid-19 seperti sekarang," kata Samsun.

Baca juga: Mewujudkan Mimpi Desa Kartun di Purbalingga jadi Destinasi Wisata

Pada masa pandemi seperti sekarang, masyarakat cukup antusias menggunakan transaksi nontunai sebagai salah satu penunjang aktivitas sehari-hari. "Dari empat kabupaten yang menjadi wilayah kerja Kantor BI Purwokerto, yakni Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Cilacap, di

Kabupaten Banyumas paling tinggi karena sudah 46% atau lebih dari 23 ribu QRIS telah terimpelentasi," lanjutnya.

Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan bahwa pada masa pandemi seperti sekarang, dengan menggunakan transaksi nontunai akan lebih aman. "Masyarakat juga akan teredukasi, sehingga jika ke tempat wisata atau pasar, misalnya sudah tidak perlu menggunakan uang tunai," ujar Achmad.

Pasar yang telah melaksanakan, imbuhnya adalah Pasar Manis. "Dan ada beberapa tempat wisata yang juga sudah mengaplikasikan," pungkasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT