09 September 2020, 18:50 WIB

Buka Akses Jalan Selatan Sumba, NTT Siapkan Rp80 Miliar


Palce Amalo | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menganggarkan Rp80 miliar untuk membuka akses jalan menuju tujuh kecamatan di selatan Pulau Sumba tahun ini. Yakni, Kecamatan Tabundung, Pinu Pahar Karera, Paberiwai, Ngadu
Ngala, Matawai Lapawu, dan Mahu.

Selama ini tujuh kecamatan tersebut terisolasi akibat kondisi jalan yang buruk, dan jaringan listrik PLN yang belum memadai. Pada 2016, tujuh kecamatan tersebut pernah diusulkan ke pemerinta pusat menjadi Kabupaten
Sumba Selatan, terpisah dari Kabupaten Sumba Timur. Namun, usulan itu belum disetujui.

Pada 2019, Pemprov NTT mengalokasikan anggaran hampir Rp50 miliar untuk membangun infrastruktur jalan di wilayah itu. "Kalau jalan sudah beres, makan (ekonomi) juga harus beres. Pertanian, perkebunan peternakan dan pariwisata harus disiapkan dengan baik. Karena pasti akan banyak orang datang ke sini karena punya pantai dan destinasi wisata yang indah," kata Gubernur NTT Viktor Laiskodat saat melakukan kunjungan kerja di Kampung Nggoti, Desa Praimadita, Kecamatan Karera, Sumba Timur, Rabu (9/9).

Tokoh adat setempat senang karena Gubernur Viktor Laiskodat merupakan gubernur pertama NTT yang membangun jalan di selatan Sumba. Pada kesempatan kunjungan tersebut, Laiskodat diangkat sebagai 'Sulung Selatan' lewat prosesi adat yang diandai dengan penyembelihan kerbau.

"Bapak gubernur adalah pemimpin yang bijaksana untuk kita khususnya Sumba bagian Selatan. Di masa kepemimpinan beliaulah kita masyarakat Selatan diperhatikan dalam hal infrastruktur jalan. Zaman ke zaman, masa ke masa
kami tidak pernah merasakan hal ini," kata Umbu Raja, tokoh muda yang mewakili tujuh kecamatan tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPT) NTT, Maxi Nenabu mengatakan empat ruas jalan berstatus jalan provinsi dibangun di selatan pulau tersebut. Empat ruas jalan itu ialah ruas Nonggi-Wahang Malahar,
sepanjang 17,44 kilometer (km) dengan konstruksi grading operation (GO) dan GO plus dengan nilai kontrak Rp17,94 miliar.

Ruas Malahar-Simpang Tarimbang-Praipahar sepanjang 4,24 km dengan GO senilai Rp4,24 miliar. Selanjutnya ruas Paing-Haikakehok sepanjang 14,2 km dengan GO dan GO plus senilai Rp15,2 miliar, serta ruas Kananggar-Nggongi sepanjang 7,97 km dengan lapis tipis aspal beton atau HRS sepanjang 1,5 km, dan sisanya konstruksi GO dan GO plus dengan anggaran Rp14,378 miliar. (OL-13)

Baca Juga: Bupati Jember Tidak Menerima Gaji Selama Enam Bulan

 

BERITA TERKAIT