07 September 2020, 10:30 WIB

Tidak Ada Calon Perseorangan di Pilkada Sulsel


Lina Herlina | Nusantara

PENDAFTAR pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 di Sulawesi Selatan 2020 yang diselenggarakan di 12 kabupaten/kota tidak ada pasangan perseorangan. Dari 33 pasangan bakal calon yang mendaftar, tidak ada satu pun pasangan perseorangan. Sebetulnya ada satu pasangan pendaftar yang secara administrasi dinyatakan memenuhi syarat maju lewat jalur perseorangan di Kabupaten Kepulauan Selayar, yaitu pasangan Zainuddin-Aji Sumarno (ZAS).

Pasangan tersebut, setelah mengikuti semua verifiksi oleh KPUD Selayar dinyatakan lolos sebagai kandidat jalur perseorangan dengan mengumpulkan sebanyak 11.542 dukungan dari syarat minimal yakni 9.161 KTP. Tapi, pada saat proses pendaftaran dilakukan pasangan Zainuddin- Aji, malah memilih maju lewat jalur partai politik, setelah mendapat usungan  dari Partai Demokrat, PKB dan PKS, dengan mengumpulkan enam kursi dari hanya lima syarat untuk bisa maju lewat jalur parpol.

Zainuddin mengaku pilihan maju lewat parpol diambilnya setelah melakukan rapat internal dengan tim pemenangannya. 

"Kami memakai jalur parpol sebagai pengusung dan jalur perseorangan sebagai pendukung," singkatnya.

Minimnya pendaftar lewat jalur perseorangan tersebut, menurut Kordinator Hukum dan Advokasi Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Sulawesi Selatan Abdul Rasyid, verfikasi faktual menjadi kunci utama untuk menentukan nasib bakal calon dari jalur perseorangan.

baca juga: Dukungan Kurang, Petahana Gagal Ikut Pilkada Halmahera Selatan

"Dukungan masyarakat terhadap calon, kata Abdul Rasyid, akan dibuktikan di lapangan dan memastikan setiap pendukung berbasis KTP E benar-benar menyatakan dukungannya," kata Rasyid.

"Nah, beban dukungan kumpulan KTP dalam waktu singkat membuat kualitas pengumpulan KTP diragukan. Meski syarat dukungan tersebut sudah melalui verfikasi admisitrasi namun menguji kebenaran dukungan, juga harus melalui cross cek lapangan," sambung Rasyid.

Sebelumnya ada dua pasangan calon perseorangan yang memasukkan berkas dukungan calon perseorangan. Satu di Maros dan satu di Kepulauan Selayar. Hanya saja yang di Maros tidak lolos verifikasi. Yang di Selayar lolos, tapi memilih maju lewat jalur parpol. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT