05 September 2020, 05:00 WIB

Banjir masih Terjadi di Tengah Kemarau


DY/DW/LD/N-3 | Nusantara

HUJAN besar masih terjadi di tengah musim kemarau. Di Kalimantan Selatan, sejumlah lokasi di dua daerah, yakni Tanah Bumbu dan Tanah Laut, lumpuh karena direndam banjir dengan ketinggian 1-2 meter.

“Curah hujan sangat tinggi. Banjir menimpa wilayah di dataran rendah dan rawan bencana. Ribuan rumah terendam dan warga harus diungsikan,” ujar Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalsel, Roy Rizali Anwar, kemarin.

Pihaknya mencatat banjir melanda 7 desa di Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, dan 5 desa di Kecamat­an Kintap, Kabupaten Tanah Laut. Banjir terjadi di wilayah sepanjang daerah aliran su­ngai akibat luapan Sungai Satui dan Sungai Kintap.

Wilayah terparah akibat luap­an sungai itu ialah Desa Sinar Bulan dan Sungai Danau dengan ketinggian air mencapai 2-3 meter. Total korban banjir di Kecamatan Satui sebanyak 3.804 keluarga atau 14.989 jiwa. Hampir 100 keluarga terpaksa diungsikan karena rumah mereka tenggelam.

Di Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, total korban terdampak sebanyak 752 rumah yang dihuni 848 keluarga atau 2.494 jiwa.

Tidak ada korban jiwa dalam bencana itu. Banjir juga menyebabkan puluhan hektare sawah dan sejumlah ruas Jalan Trans-Kalimantan yang menghubungkan Banjarmasin dengan kedua kabupaten terendam banjir.

Badan Nasional Penanggu­langan Bencana menambahkan banjir di dua kabupaten itu terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi terjadi pada Selasa (1/9) dan Rabu (2/9). Sehari kemudian, Kamis (3/9) Sungai Kintap meluap sehingga memicu banjir.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan hujan disertai kilat, petir, dan angin kencang masih akan terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia, di antaranya di Pulau Jawa, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, Kepulauan Riau, Sulawesi dan Papua Barat.

Kondisi berbeda terjadi di Sumatra Selatan. Kekeringan menebar 978 titik panas selama Juli-Agustus.

“Sudah lebih dari 250 hektare lahan terbakar. Kawasan yang paling terdampak berada di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir,” kata Komandan Korem 044 Garuda Dempo, Brigjen Jauhari Agus Suraji.

Ia menambahkan kejadian kebakaran didominasi pada lahan mineral karena kondi­sinya sudah mulai mengering. Sementara di lahan gambut karena keadaannya masih basah relatif belum terjadi.

“Saat ini titik panas dan titik api itu mulai banyak. Kami memperkuat tim untuk bisa mengoptimalkan upaya pe­madaman,” tandas Jauhari.

Kemarau juga membuat sejumlah warga di Banyumas, Jawa Tengah, harus bergantung bantuan air bersih. Kemarin, Polresta Banyumas bergerak dengan mobil water canon untuk mengirim air ke Desa Kaliputih, Purwojati. (DY/DW/LD/N-3)

BERITA TERKAIT