31 August 2020, 04:50 WIB

Perbankan Terlibat Pulihkan Usaha Rakyat


Gan/S-1 | Nusantara

PEMERINTAH sejak Mei lalu meluncurkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), antara lain untuk pemulihan sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Terkait hal itu, pemerintah melakukan penempatan dana senilai Rp123,46 triliun di perbankan sebagai stimulus pemulihan usaha debitur UMKM yang terdampak pandemi covid-19. Pada pekan lalu telah disalurkan anggaran sebesar Rp47,03 triliun atau 38,09%.

Salah satu bank penerima anggaran PEN ialah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk (Bank BJB). Direktur Utama BJB, Yuddy Renaldi, mengaku pihaknya mendapat Rp2,5 triliun dari program PEN sebagai penempatan dana pemerintah yang nantinya disalurkan untuk ekspansi kredit dan restrukturisasi usaha, yang antara lain kepada pelaku UMKM. “Dana itu nantinya akan disalurkan untuk ekspansi kredit antara lain kepada pelaku UMKM. Ini merupakan salah satu bentuk komitmen kami untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional,” ungkap Yuddy.

Yuddy mengatakan Bank BJB merupakan salah satu bank yang memberikan relaksasi dalam bentuk restrukturisasi kredit kepada debitur UMKM yang terdampak covid-19.

Dengan berbagai program dan relaksasi itu diharapkan dapat meringankan tekanan ekonomi yang dihadapi saat ini untuk kemudian dapat pulih kembali dari dampak pandemi.

Di lain pihak, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia/BRI (persero) Sunarso mengaku BRI mendapat penempatan dana pemerintah dari program PEN sebesar Rp39,9 triliun. “Dana pemerintah yang ditempatkan di deposito kita Rp10 triliun itu sudah kita salurkan dalam bentuk kredit Rp39,9 triliun kepada 947.000 nasabah,” kata Sunarso.

Ia menilai UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional. “Dalam krisis 2020, ini disebabkan oleh wabah, bukan hanya domestik yang kena atau regional, tetapi ini sudah skala global dan yang paling terpukul ialah sektor UMKM,” ungkap Sunarso dalam acara diskusi online bertajuk Indonesia Moving Forward, belum lama ini.

Sunarso mengatakan telah menyalurkan dana sebesar Rp247,5 triliun untuk PEN.

Dari jumlah nasabah yang telah menerima kredit PEN, komposisi terbesar dicatatkan oleh nasabah eksisting, yakni sebesar 60%, sedangkan porsi nasabah baru tercatat 40%.

Sunarso menilai penyaluran kredit kepada nasabah eksisting bukan suatu pelanggaran. Sebab, saat ini nasabah eksisting juga mengalami dampak luar biasa.

Untuk nasabah baru, katanya sudah disiapkan program tersendiri, yaitu program bantuan produktif usaha mikro (BPUM).

BRI berperan menyalurkan dana PEN melalui penyaluran bansos sebesar Rp21,6 triliun kepada 12,9 juta keluarga penerima, restrukturisasi kredit terdampak covid-19 senilai Rp182,8 triliun kepada 2,9 juta debitur, pinjaman UMKM dengan penjaminan Rp1,72 triliun kepada 3.058 debitur dan subsidi bunga Rp1,2 triliun kepada 7,1 juta debitur. (Gan/S-1)

 

BERITA TERKAIT