10 August 2020, 05:05 WIB

Masih Bertambah di Banyak Wilayah


(UL/DY/BB/DW/AS/RF/JS/N-3) | Nusantara

HARI ini, pelayanan pos pelayanan terpadu (posyandu) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, sudah dimulai. Layanan kesehatan untuk balita itu sangat penting, namun riskan
digelar.

“Karena itu, sebelum digelar, kami telah menggelar tes usap untuk 4.000-an kader posyandu. Kami harus memastikan mereka tidak terjangkit covid-19 dan tidak jadi sumber penularan ke balita,” ujar Kepala Dinas Kesehatan, Enny Suhaeni, kemarin.

Hasil sementara, 5 kader posyandu ternyata positif terjangkit. Tiga kader berasal dari Kecamatan Sindanglaut, satu dari Kecamatan Sedong, dan satu lagi di Kecamatan
Tegalgubug.

Karena itu, layanan posyandu akan dilaksanakan hanya di daerah yang sudah bersih. “Program bulan penimbangan balita kami lakukan serentak bulan ini di seluruh posyandu,”
tambah Enny.

Masih di Kabupaten Cirebon, 10 tenaga kesehatan terpapar. Empat orang bekerja di dinas kesehatan dan enam orang di puskesmas. “Kami terpaksa menutup sementara kantor dua bidang di dinas kesehatan dan satu puskesmas. Penjangkitan diketahui setelah kami menggelar tes usap,” papar Enny.

Ratusan tenaga kesehatan di Kalimantan Selatan juga sudah terpapar. Mereka terdiri dari 67 dokter umum, dokter gigi, dan dokter spesialis. Adapun perawat yang terjangkit
208 orang dan bidan 105 orang.

“Beberapa di antaranya meninggal dunia,” aku juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Muslim. Kalsel termasuk daerah yang tinggi tingkat penjangkitannya.

Sampai kemarin tercatat sudah ada 6.617 kasus, dan ada penambahan 82 kasus baru.

Penutupan kantor dilakukan Dinas Pendidikan Jawa Barat Wilayah VI di Kabupaten Cianjur. “Seorang pegawai terpapar. Dia harus menjalani isolasi,” kata Kepala Kantor
Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jabar Wilayah VI, Ester Miory.

Penambahan pasien baru di Sumatra Selatan juga membuat Rumah Sehat di Wisma Atlet Jakabaring menutup pintu. “Pemkot Palembang akan mengoptimalkan fungsi
rumah sakit rujukan yang ada,” kata Kasi Pengendalian Penyakit Menular Yudhi Setiawan.

Kemarin, Jawa Tengah, juga mencatat jumlah pasien korona total mencapai 11.007 orang. “Kami sudah prediksi kenaikan itu, karena Jateng masif melakukan tes usap,”
kata Gubernur Ganjar Pranowo. (UL/DY/BB/DW/AS/RF/JS/N-3)

BERITA TERKAIT