04 August 2020, 13:17 WIB

Pemkab Tuban Prioritaskan Pengajaran Tatap Muka di Pesantren


Ahmad Yakub | Nusantara

PEMERINTAH Kabupaten Tuban, Jawa Timur memberikan prioritas kepada pesantren untuk melakukan pengajaran tatap muka lebih awal. Hal ini karena tidak semua pengetahuan yang diajarkan di pesantren dapat disampaikan secara daring atau online. Hal itu disampaikan Bupati Tuban, Fathul Huda saat menyerahkan secara lansung paket bantuan logistik dan Alat Pelindung Diri (APD) kepada sejumlah pengasuh pondok pesantren di Kecamatan Singgahan.

Bupati Tuban  Fathul Huda menjelaskan pesantren diberikan prioritas untuk melakukan pengajaran lebih awal karena tidak semua ilmu pengetahuan yang diajarkan di pesantren dapat disampaikan secara daring atau online. Beberapa tradisi keilmuan pesantren harus disampaikan secara langsung atau tatap muka. Oleh karena itu, harus ditunjang dengan kelengkapan fasilitas untuk menerapkan protokol kesehatan.

"Hal ini sebagai wujud kehadiran pemerintah di lingkungan pesantren karena pembelajaran harus diadakan secara sehat," kata Bupati usai menyerahkan APD di Ponpes Al Hikmah Desa Binangun dan Ponpes Raudlatut Thalibin Desa Tanggir Kecamatan Singgahan, Senin (3/8) sore.

Bupati Huda meminta agar pengasuh pesantren mengimbau untuk sementara santri tidak berkegiatan di luar area pesantren hingga pandemi usai. Ini sebagai wujud penerapan jaga jarak di pesantren dan lingkungan sekitarnya. Wali santri juga diberikan pemahaman untuk tidak mengunjungi anaknya yang sedang mondok.

"Tapi dapat diberi kabar menggunakan gadget atau gawai," sambungnya.

Pengasuh pesantren juga diharapkan menerapkan protokol kesehatan semaksimal mungkin. Di antaranya wajib menggunakan masker, fasilitas cuci tangan, dan pembatasan penghuni pesantren sesuai kemampuan. Ia juga menyampikan, bantuan yang diberikan merupakan hibah dari Provinsi Jawa Timur. Bantuan diserahkan sebagai bentuk apresiasi telah beroperasinya pesantren di wilayah Jawa Timur dengan mematuhi prokotol kesehatan, selain untuk mendukung upaya pesantren yang juga berpartisipasi dalam penanganan Covid-19, sekaligus penyebarannya di Bumi Wali.

baca juga: Warga Positif Covid-19, Belajar dari Rumah Dihentikan

Bupati juga mengajak masyarakat Kabupaten Tuban, khususnya warga di lingkungan pesantren untuk memperbanyak doa agar Pandemi Covid-19 lekas sirna. Ketua Majelis Pengasuh Ponpes Raudlatut Thalibin, KH. Abu Manshur Muslich saat dikonfirmasi berterimakasih atas perhatian dari Pemkab Tuban dan Pemprov Jawa Timur. Bantuan yang diterima akan dimanfaatkan dengan maksimal.

"Momen ini akan mempererat jalinan silaturrahim antara ulama dan umara dalam memperjuangkan kebaikan di masyarakat," ujarnya.

Abu Manshur menjelaskan sejumlah protokol kesehatan telah diterapkan pengasuh pesantren, antara lain melarang santri untuk meninggalkan area pesantren, larangan menjenguk bagi wali santri, dan mewajibkan menggunakan masker. (OL-3)

BERITA TERKAIT