23 July 2020, 19:30 WIB

Walhi: Limbah Cair TPA Sarimukti Tercemar Berat


Depi Gunawan | Nusantara

WAHANA Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jabar menduga kualitas air sungai yang berasal dari saluran pembuangan lindi atau limbah cair Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat tercemar berat.

Untuk memastikannya, Walhi telah mengirimkan dua sample air ke laboratorium Pusat Unggulan Lingkungan dan Ilmu Keberlanjutan (PULIK) Unpad yang berasal dari pipa saluran pembuangan atau outlet unit Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) TPA Sarimukti serta aliran air sungai Cipicung yang terkena dampak.

"Kami ingin lebih memastikan zat apa saja yang terkandung dalam air tersebut sehingga perlu dilakukan uji laboratorium," kata Direktur Eksekutif Walhi Jabar, Meiki W Paendong, Kamis (23/7).

Secara kasat mata, menurut dia, air sungai Cipicung sudah jelas tercemar karena warna airnya berwarna hitam pekat. Tidak lagi jernih layaknya air sungai alami seperti yang disampaikan warga sekitar. Selain tercemar limbah lindi, lanjut dia, aliran sungai juga dipenuhi sampah plastik yang limpas dari lokasi TPA.

"Kami berharap, segera keluar hasil uji laboratorium agar bisa menjadi bukti lanjutan atas tercemarnya air sungai di Desa Sarimukti dan sekitarnya yang bermuara ke Sungai Citarum akibat buruknya pengelolaan limbah air lindi TPA Sarimukti," bebernya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bandung Barat, Apung Hadiat Purwoko menyatakan, pengelolaan TPA Sarimukti ditangani langsung oleh Badan Pengelolaan Sampah Regional di Bawah Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat.

Jika benar ditemukan pencemaran lingkungan, pihaknya akan menindaklanjuti dengan mengajukan keberatan atas buruknya pengelolaan IPAL TPA Sarimukti. "Kami juga keberatan kalau benar ada pencemaran sungai, karena kan akan
merusak lingkungan di sekitarnya," ucap Apung. (OL-13)

BERITA TERKAIT