19 July 2020, 16:34 WIB

Dua Alternatif Atasi Masalah Irigasi Di Desa Kepoh Basel


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman Djohan merekomendasikan dua alternatif untuk mengatasi masalah irigasi persawahan di Desa Kepoh Kabupaten Bangka Selatan (Basel).

Hal tersebut diutarakan Erzaldi saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Kepoh untuk meninjau kawasan yang pada 2013-2014 telah dicetak sebagai daerah persawahan.

"Saya ke sini untuk memastikan kembali dan mendengarkan kendala yang dialami," kata Erzaldi, Minggu (19/7).

Meskipun, lanjutnya, kondisi sudah cukup bagus, ternyata masih terdapat beberapa persoalan, yakni areal sawah Desa Kepoh kerap banjir sebab air sungai lebih tinggi dibandingkan areal sawah.

Baca juga: Polda Sumbar Tangkap 7 Pelaku Tambang Ilegal

"Air (irigasi) masih belum lancar. Selain itu, banjir, sehingga perlu dicarikan solusi untuk menyelesaikan banjir," sambungnya.

Menurut Erzaldi, ada dua alternatif yang direkomendasikan. Pertama adalah peninggian tanggul, atau yang kedua adalah membuat codetan baru/saluran baru ,sehingga air yang ada di petakan sawah bisa mengalir.

Pada saat ini, lanjutnya sawah Desa Kepoh dengan luas 400 hektare masih di bawah kewenangan pemerintah kabupaten.

Kadis Pertanian Juaidi menjelaskan sudah mengirim surat kepada kabupaten dalam hal ini adalah Bupati Bangka Selatan untuk menggabungkan lahan Desa Kepoh dengan kawasan Bikang dan Gadung, sehingga jika digabungkan menjadi 1.300 hektar. "Kami masih menunggu jawaban dari bupati," ujar Juaidi.

Apabila disetujui, imbuhnya, maka bisa menjadi kewenangan provinsi. "Kalau itu sudah diserahkan ke provinsi, nanti provinsi yang bisa membantu untuk menyelesaikan masalah irigasi ini karena masalah irigasi ini dibatasi oleh kewenangan," pungkasnya. (OL-14).

 

BERITA TERKAIT