21 June 2020, 15:35 WIB

Siswa di Pidie Menunggu Kepastian KBM Secara Langsung


Amiruddin Abdullah Reubee | Nusantara

Para siswa SD dan SMP di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh sudah menerima pembagian rapor untuk naik kelas dari tahun pelajaran 2019-2020 menuju tahun pelajaran 2020-2021. Ini baru pertama kali siswa hadir di sekolah masing-masing dalam rangka menerima rapor naik kelas di tengah kondisi covid-19.

Ada pemandangan berbeda saat pembagian rapor siswa pada kali ini. Jika biasanya setiap penerimaan rapor naik kelas itu orang tua atau wali murid diundang oleh pihak sekolah untuk mengambil langsung rapordimulai tanggal 13 , sekarang tidak demikian. Cukup murid saja yang datang dan menerima langsung rapor mereka dari guru wali kelas mereka.

Di SMP Unggul YPPU (Yayasan Pendidikan Pembinaan Ummat) Sigli contohnya. Pembagian rapor diatur sangat tertib dan sesuai protokoler kesehatan. Sekolah menyiapkan wastafel untuk tempat cuci tangan.

Para siswa baru diperbolehkan masuk ke areal pekarangan sekolah setelah memakai masker.

Protokol kesehatan lainnya adalah siswa tidak boleh berkerumun atau duduk terlalu berdekatan saat menunggu pembagian rapor.

Tidak semua kelas pembagian rapornya di dalam ruang belajar karena tujuannya untuk menghindari kerumunan. Jadi, ada rapor yang dibagikan di musala sekolah. Kondisi musala di sekolah tersebut ruangan terbuka tanpa dinding dan luas.

"Ini sangat berbeda dari biasanya. Kami diimbau selalu menjaga jarak atau tidak terlalu berdekatan sesama teman. Masker adalah syarat utama begitu berangkat dari rumah tujuan ke sekolah" tutur Farida Hanum, siswa kelas VIII naik kelas IX SMP Unggul YPPU Sigli.

Baca juga: Gunung Merapi Erupsi, Wilayah Magelang Diguyur Hujan Abu

SD Negeri Desa Neulop, Kecamatan Delima, sistem pembagian rapornya berbeda. Di SD ini, pembagian rapor tidak dilakukan bersamaan atau langsung dalam satu ruangan kelas, tapi tergantung kedatangan siswa.

Siapa yang datang lebih dulu berarti akan menerima rapor lebih dulu. Setelah menerima rapor, siswa langsung pulang atau dijemput orang tua masing-masing.

"Kita berusaha sedemikian rupa supaya tidak ada kerumunan di sekolah. Insya Allah berlangsung sangat tertib" tutur Rosnadi, kepala SD Neri Desa Neulop.

"Kita berusaha sedemikian rupa supaya tidak ada kerumunan di sekolah. Insya Allah berlangsung sangat tertib" tutur Rosnadi, kepala SD Neri Desa Neulop.

PLT Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie, Ridwandi mengatakan meski penyerahan rapor kepada siswa SD dan SMP di wilayah tugasnya telah berlangsung tertip, tapi belum ada kepastian kapan mulai sekolah tahun ajaran baru 2020-2021.

Pasalnya sesuai ketetapan pemerintah, kawasan Pidie dinyatakan status label kuning covid-19. Oleh karena itu, tidak dianjurkan memulai kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.

Padahal berdasarkan kalender pendidikan, awal tahun pelajaran baru 2020-2021 sekolah sudah harus dimulai pada tanggal 13 Juli 2020. Namun, Ridwandi belum bisa menentukan kapan belajar tahun ajaran baru secara tatap muka itu kembali digelar.

"Hari Jumat kemarin sudah rapat dengan Kepala Sekolah SMP, tapi belum ada kepastian kapan harus dimulai sekolah lagi. Kami juga akan laporkan kepada pimpinan lebih tinggi dan tentu harus melakukan evaluasi lagi bagaimana perkembangan berikutnya," tutur Ridwandi. (OL-14)

BERITA TERKAIT