17 June 2020, 13:25 WIB

Banjir Rob Masih Rendam Kawasan Pantura


Akhmad Safuan | Nusantara

BANJIR air laut pasang (Rob) masih merendam kawasan pantura, Jawa Tengah. Saban siang hingga malam hari warga harus bergulat dengan air laut yang kotor bercampur sampah, karena pemukiman terrendam hingga ketinggian 50 centineter.

Pemantauan mediaindonesia.com, Rabu (17/6) ratusan keluarga di Desa Tugu, Kecamaran Sayung, Kabupaten Demak, pasrah karena selama bertahun-tahun selalu terendam banjir rob. Sebelumnya hanya tambak, kini sudah masuk ke pemukiman dan jalan kampung.

Selain jalan beton yang nyaris hilang karena terendam rob, juga sebagian besar rumah terendam, sehingga warga memilih hidup di rumah yang diberlantai gladak kayu. "Kalau keluarga yang mampu menaikan rumah rata-rata 1,5 meter dari atas jalan jika ingin aman dari rob," kata Bambang,45, waga Tugu, Kecamatan Sayung, Demak.

Menurut Nursalim, 63, warga lainnya, wilayahnya berjarak lima kilometer dari bibir pantai dan jalan pantura ini, sudah terjadi bertahun-tahun namun tidak ada upaya dari pemerintah daerah untuk mengatasi. Akhirnyaa warga berswadaya membuat jalan cor beton agar dapat keluar masuk desa.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, Agus Nugroho mengatakan, di wilayahnya setidaknya ada 22 desa yang menjadi langganan banjir rob. Yakni Kecamatan Sayung 13 desa, Karangtengah dua desa, Binang tiga desa dan Wedung empat desa.

Namun Pemerintah Demak, lanjut Agus Nugroho, tidak dapat berbuat banyak karena anggaran yang dimiliki terbatas. Pemkab Demak telah meminta bantuan dari Pemprov Jawa Tengah dan Kementerian terkait. "BPBD juga tidak dapat berbuat apapun karena rob bukan termasuk bencana," imbuhnya.

Sementara itu, Pemkot Semarang mulai menaikan ruas jalan lingkar utara sepanjang 400 meter, karena ruas tersebut selalu terendam banjir rob dan mengganggu lalulintas.

Pejabat Pembuat Komitmen Pelaksana Jalan Nasional (PJN) 3 Jawa Tengah, Heru Wantoro mengatakan, panjang ruas jalan lingkar Yus Sudarso Kota Semarang yang ditinggikan sebanyak tiga titik sepanjang 400 meter dengan ketinggian 90 centimeter.

Peninggian dengan menggunakan sistem beton cor itu, lanjut Heru, karena di titik tersebut selalu terendam banjir rob. "Setiap kali terjadi rob ruas utu terendam hingga mengganggu arus lalulintas dan membahayakan pengendara," ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam berbagai kesempatan, menyatakan berbagai langkah telah dilakukan. Seperti penanaman hutan mangrov di sepanjang pesisir pantai yang dilakukan berbagai lembaga pemerintah dan swasta, juga sedang dilaksanakan program untuk mengatasi rob secara keseluruhan di daerah pantura.

Selain normalisasi sungai, lanjut Ganjar, di Pekalongan masih dalam pelaksanaan pembangunan tanggul pantai, di Kota Semarang ada normalisasi, pembangunan polder dan peninggian ruas jalan lingkar serta pantura, demikian di Demak segera dibangun tol yang merangkap sebagai tanggul laut. "Semua proses sedang berjalan, sehingga tahun kedepan tidak ada lagi rob," imbuhnya. (OL-13)

 

BERITA TERKAIT