04 June 2020, 19:10 WIB

Pupuk SP 36 Langka di Indramayu


Nurul Hidayah | Nusantara

PETANI di Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu keluhkan sulitnya mendapatkan pupuk SP 36. Jika pun ada, harganya melambung tinggi.

Opih Riharjo, petani asal Desa Mundakjaya, Kecamatan Cikedung, mengungkapkan bahwa pupuk SP 36 yang di kalangan petani dikenal dengan nama pupuk TS mulai sulit didapatkan sejak dua pekan terakhir.

"Selama rentang waktu itu, harga pupuk juga mengalami kenaikan," ungkap Opih, Kamis (4/6). Saat ini, harga pupuk yang diproduksi oleh PT Petrokimia Gresik tersebut sudah mencapai Rp300 ribu perkuintal.

Padahal, dalam kondisi normal, harganya hanya Rp200 ribu perkuintal. Bahkan sejak tiga hari terakhir ini harga pupuk tersebut, naik lagi menjadi Rp320 ribu perkuintal. "Itu pun barangnya sangat sulit didapatkan," kata Opih.

Petani, lanjut Opih, saat ini sangat membutuhkan pupuk TS untuk membantu pertumbuhan tanaman padi. "Umur tanaman padi di desa kami rata-rata baru seminggu. Padi seumur itu sangat membutuhkan pupuk TS," ungkap Opih.

Namun pupuknya justru tidak ada. Opih bahkan mengaku sudah mencari pupuk tersebut ke desa tetangga namun tetap tidak bisa ditemukan.

Dihubungi terpisah, Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang, membenarkan sulitnya mendapatkan pupuk TS. "Tidak hanya di Kecamatan Cikedung tapi juga dialami petani di daerah lainnya di Indramayu," ungkap Sutatang.

Untuk mensiasatinya, Sutatang menyarankan petani untuk menggunakan pupuk NPK Phonska sebagai pengganti pupuk SP 36. Semua unsur hara yang dibutuhkan tanaman menurut Sutatang sudah terkandung di dalam NPK Phonska.

Baca Juga: Tanggapi Isu Kelangkaan Pupuk, Kementan: Pupuk 2020 Cukup

Sementara itu staf perwakilan daerah penjualan (SPDP) Petrokimian Gresik Indramayu, Taufik Mukhlisin menyebutkan alokasi pupuk SP 36 untuk Kabupaten Indramayu mencapai 5.439 ton. Sedangkan realisasi penyalurannya sudah 5.946 ton (109 persen). "Jadi dari alokasi sebenarnya sudah habis," ungkap Taufik.

Biasanya kalau alokasi habis, Dinas Pertanian akan melakukan realokasi. Menurut Taufik, secara prinsip Petrokimia siap menyalurkan sesuai alokasi dalam SK Dinas Pertanian. Sedangkan untuk harga, Petrokimia Gresik menyalurkan pupuk subsidi sesuai dengan Permentan No 1/2020 dimana harga eceran tertinggi (HET) pupuk SP 36 adalah Rp2 ribu perkilogram. Dengan catatan, petani mengambil sendiri pupuk tersebut di kios resmi.

"Kalau ada harga yang melebihi HET, petani bisa melaporkan ke Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3)," ajak Taufik. (OL-13)

Baca Juga: Kartu Tani Bisa Untuk Menebus Pupuk Bersubsidi

 

BERITA TERKAIT