04 June 2020, 14:50 WIB

Banjir Rob di Pantura Jawa hingga 6 Juni


Nurul Hidayah | Nusantara

POTENSI banjir akibat gelombang tinggi air laut saat ini mengintai pesisir pantai utara Jawa. Masyarakat yang berada di pesisir pantai diminta waspada.

Kepala Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Metereologi Kertajati, Kabupaten Majalengka, Devi Ardiansyah, menjelaskan berdasarkan siaran pers Plt Deputi Bidang Metereologi BMKG, Herizal, potensi rob di perairan utara Jawa Masih akan berlangsung pada awal Juni ini.

"Potensi rob perlu diwaspadai hingga 6 Juni mendatang," ungkap Devi, Kamis (4/6). Namun memiliki kecenderungan terus menurun seiring dengan penurunan kecepatan angin.

Dijelaskan Devi, potensi rob terjadi dikarenakan pada awal Juni memasuki 0.periode bulan purnama (full moon/spring tide). Selain dari faktor astronomi tersebut, faktor fisis laut juga sangat mempengaruhi terhadap kejadian rob. Hasil analisis dari model gelombang laut, terindentifikasi tinggi gelombang di laut Jawa mencapai 2, sd 4 meter. Gelombang tinggi itu dibangkitkan oleh angin yang berhembus persisten dengan kecepatan 25 knot (46 km/jam).

"Untuk itu, masyarakat, terutama yang bermata pencaharian dan beraktivitas di pesisir atau pelabuhan, diharapkan meningkatkan kewaspadaannya," ungkap Devi. Termasuk meningkatkan upaya mitigasi terhadap potensi bencana rob.

Sementara itu sejumlah desa di pesisir Kabupaten Indramayu dilanda rob pada Rabu (3/6) malam. Air dari laut itu bahkan sampai masuk ke rumah-rumah warga. Banjir rob diantaranya terjadi di Desa Benda, Kecamatan Karangampel, Desa/ Kecamatan Juntinyuat, Desa Majakerta dan Desa Balongan di Kecamatan Balongan, Desa Singaraja dan Desa Karangsong di Kecamatan Indramayu, serta Desa Pabean Ilir di Kecamatan Pasekan.

Selain itu, banjir rob juga dilaporkan terjadi di Desa Cemara Kulon, Kecamatan Losarang, Desa Cemara dan Cangkring, Kecamatan Cantigi, Desa Ujunggebang, Kecamatan Sukra, serta Desa Eretan Wetan, Eretan Kulon dan Kertawinangun di Kecamatan Kandanghaur.

Di Desa Singajara, Kecamatan Indramayu, banjir rob terjadi di Blok Langgen, dengan ketinggian air sekitar 20 cm di rumah warga. Namun air laut kemudian melimpas hingga ke Blok Ketimpal di desa tersebut. "Selama puluhan tahun saya tinggal disini, baru sekarang air rob sampai di halaman belakan rumah, ungkap Ani, warga Blok Ketimpal, Desa Singaraja.

Sedangkan Haris, warga Desa Karangsong, Kecamatan Indramayu mengungkpakan air mulai naik sekitar pukul 17.00 WIB. "Rob ini sebenarnya sudah menjadi langganan, tapi tahun ini cukup parah," ungkap Haris.

Air mulai surut sekitar pukul 21.00 WIB dan hingga kini warga masih disibukkan untuk membersihkan rumah mereka dari lumpur yang terbawa oleh air laut yang masuk ke dalam rumah.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Indramayu, Waminuddin, menjelaskan bahwa banjir pasang air laut atau rob hampir merata terjadi di sepanjang wilayah pesisir Indramayu. "Banjir rob naik secara perlahan," ungkap Waminudin. Mulai terjadi sekitar pukul 16.00 WIB hingga ketinggian air ada yang mencapai 1 meter, yaitu di Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur. (OL-13)

Baca Juga: Banjir Rob Rendam Ratusan Rumah di Pangandaran

 

BERITA TERKAIT