09 April 2020, 10:27 WIB

Harga Biji Cokelat di Aceh Naik


Amiruddin Abdullah Reubee | Nusantara

HARGA biji kakao di Provinsi Aceh sejak tiga hari terakhir mulai  mulai naik kembali. Padahal ketika wabah covid-19 mencuat di Aceh pada tiga pekan lalu, harga bahan baku cokelat sempat mengkhawatirkan para petani. Bahkan kala itu para petani akan mengalami kerugian akibat isu penyakit menular mematikan. Apalagi di Aceh sempat dilakukan pembatasan arus transportasi dan pemberlakuan jam malam dari pukul 20.30 wib hingga 05.30 wib.

Pantauan Media Indonesia di Kabupaten Bireuen, misalnya harga biji kakao kering sejak tiga hari terakhir sudah mencapai Rp29.000 hingga 29.800/kg. Harga tersebut lebih tinggi dari sebelumnya Rp27.000/kg.

"Bahkan pada awal mencuat isu covid-19 telah menyerang Aceh sekitar tiga pekan lalu, harganya sempat terjun pada level Rp26.700/kg. Waktu itu kita pun resah, tapi tetap menyemangati petani supaya bisa bertahan. Insya Allah situasi buruk segera berlalu," kata Ketua Forum Kakao Aceh (FKA), Kabupaten Bireuen, Husaini MY, kepada Media Indonesia, Kamis (9/4).

Dikatakan Husaini, semakin membaiknya harga kakao, karena ada beberapa faktor positif. Di antaranya adalah permintaan pasar meningkat dan mulai membaiknya aktivitas sistem perdangan. Lalu adanya pengaruh nilai harga tukar dolar atas rupiah. 

"Aktivitas pasar kembali ramai. Tentu roda perekonomian semakin berpeluang. Mudah-mudahan sistem ekonomi tetap lancar dan rambu-rambu kesehatan selalu terjaga dan disiplin," jelas Husaini.

Dikatakan Husaini, perjanjian kotrak pembelian kakao Aceh dengan perusahaan kelas internasional masih panjang. Karena itu petani harus merespons positif seiring memanfatkan peluang agar tidak terlindas dan selalu memperoleh keuntungan memadai. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT