17 September 2019, 09:43 WIB

Manggala Agni Dikerahkan Padamkan Kebakaran di TPA Tamangapa


Lina Herlina |

TIDAK hanya di Sumatra dan Kalimantan, Kota Makassar juga diselimuti asap hingga Selasa (17/9). Bedanya, asap yang terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan bukan karena kebakaran hutan dan lahan, melainkan sampah yang ada di tempat pembuangan akhir sampah (TPA) Tamangapa, terbakar dan memasuki hari ketiga.

Data yang dihimpun dari Pemerintah Kota Makassar, ada empat zona, dari tujuh zona di TPA tersebut yang terbakar. Memang sudah sempat berhasil dipadamkan pada permukaan, tapi bagian bawahnya masih membara.

Pihak Dinas Kesehatan Makassar sendiri sudah menbagikan hampir 10 ribu masker bagi warga sekitar, anak sekolah dan semua yang terdampak asap di wilayah Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala.

Dinas Pendidikan juga meliburkan 1.072 murid dari tiga sekolah yang memang sangat dekat dengan lokasi TPA, hingga asap betul-betul hilang, karena diduga asap yang dihasilkan pembakaran tersebut bisa saja mengandung zat beracun.

Membantu Pemkot Makassar, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Selatan pun sejak semala sudah memasang dua alat pengukur kualitas di sekitar TPA Tamangapa. Nama alatnya high volume air sampler (HVAS).

Kepala DLH Sulsel Andi Hasbi Nur mengatakan, alay tersebut mendeteksi udara selama 24 jam.

"Hasilnya bisa diketahui nanti malam setelah dipasang 24 jam," ungkapnya Selasa (17/9).

Karena api belum sepenuhnya padam dan masih menimbulkan asap yaang cukup banyak yang sudah menyebar hampir ke seluruh wilayah Makassar, pihak BLH mengaku sidah berkoordinasi dengan Balai Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan untuk turun membantu memadamkan titik api.

"Manggala Agni yang biasanya memadamkan karhutlah pagi ini akan ke lokasi melihat kondisi dan berkoordinasi dengan tim yang ada di lapangan. Ada satu tim yang turun,” tandasnya. (OL-09)

BERITA TERKAIT