27 August 2019, 13:08 WIB

Hujan Semalaman Bantu Padamkan Karhutla Riau


Rudi Kurniawansyah |

HUJAN dengan intensitas sedang yang mengguyur Kota Pekanbaru dan sebagian besar wilayah Riau semalaman sejak Senin (26/8) petang hingga Selasa (27/8) pagi, membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan mengurangi kabut asap di Riau.

"Untuk wilayah kerja kami, hujan cukup membantu pengurangan asap dan jalaran api. Tapi belum menuntaskannya," kata Komandan Manggala Agni Daops Pekanbaru Edwin Putra kepada Media Indonesia, Selasa (27/8).

Dijelaskannya, saat ini upaya pemadaman terus dilakukan tim gabungan satgas siaga darurat Karhutla Riau. Pasalnya, asap dari Karhutla di tanah gambut sedalam 1-3 meter masih mengepul yang menandakan bara api masih menyala di bawah permukaan tanah.

"Mumpung apinya mulai mengecil. Jadi hujan ini momentum yang tepat untuk optimalisasi pemadaman," tegas Edwin.

Dia mengungkapkan, sejauh kepulan asap dari bara api di tanah gambut masih tersebar acak di wilayah hutan wisata Buluh Cina. Selain itu, asap dari Karhutla yang masih mengepul di lokasi Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau.

"Kami mohon doanya untuk pemadaman api," kata Edwin.

Sementara Wakil Komandan Satgas Siaga Darurat Karhutla Riau Edwar Sanger mengatakan dari pantauan terakhir satelit modis terra aqua, saat ini hanya tersisa 1 titik panas Karhutla di Riau yaitu di Kabupaten Siak. Adapun total luas Karhutla Riau terhitung dari Januari hingga saat ini telah mencapai 5.709,68 hektare. Edwar menjelaskan, dari laporan harian satgas siaga Karhutla diketahui tingkat visibility atau jarak pandang sebagian besar wilayah di Riau tertutup smoke atau kabut asap. Jarak pandang berkisar antara 3 hingga 5 kilometer terselimuti asap Karhutla.

"Tim satgas darat dan udara masih terus melakukan upaya pemadaman pada sejumlah lokasi. Tim darat dibantu dengan water bombing dari helikopter satgas udara," jelas Edwar.

baca juga: 196 Lubang Tambang Hiasi Wajah Kalsel

Sedangkan pantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), kualitas udara pada sebagian wilayah terdeteksi dalam level tidak sehat. Namun hujan yang mengguyur semalaman mengakibatkan kualitas udara Kota Pekanbaru yang sempat di atas 150 gram PM10 saat ini sekitar pukul 12.00 WIB, Selasa ( 27/8), telah membaik atau terpantau pada posisi 0,00 gram PM10 atau pada level sehat.(OL-3)

BERITA TERKAIT