17 June 2019, 20:15 WIB

Kisah Inspiratif dari Pasutri Pengemudi Ojol di Pontianak


Denny Susanto | Nusantara

PASANGAN suami istri (pasutri) pengemudi GrabBike, Fahrul dan Yeni, asal Pontianak, Kalimantan Barat, memberikan kisah inspiratif dengan menyisihkan sebagian penghasilan mereka bagi masyarakat sekitar.

Kisah ini bermula dari keputusan Fahrul meninggalkan pekerjaannya sebagai guru honorer dan beralih menjadi mitra pengemudi GrabBike di Pontianak pada September 2017. Seiring meningkatnya kebutuhan rumah tangga, istri Fahrul, Yeni, pun memutuskan untuk ikut bergabung menjadi mitra pengemudi GrabBike pada Februari 2018.

Meski di tengah kesibukan, Fahrul dan Yeni tetap kompak melaksanakan kewajiban mereka sebagai orangtua dengan tiga anak yang masih bersekolah.

"Setiap pagi saya mulai bekerja, sementara Yeni mengantarkan anak-anak ke sekolah dulu. Sebaliknya, saya menjemput anak-anak setelah mereka selesai sekolah dan Yeni bisa tetap fokus narik sore harinya. Di Grab, kami bisa mengatur jam kerja kami sendiri dan menyesuaikannya dengan aktivitas kami yang lain," ungkap Fahrul, Senin (17/6).

Selain aktif sebagai mitra pengemudi Grab, Fahrul dan Yeni juga tergabung dalam komunitas ojek online (ojol) bernama Keluarga Besar Grab Pontianak (KBGP) yang berdiri pada 2018. Bersama 30 mitra pengemudi GrabBike Pontianak dan sekitarnya, Fahrul dan Yeni secara rutin melakukan aktivitas sosial.

"Komunitas kami sering mengadakan kegiatan sosial untuk membantu masyarakat, seperti berkunjung ke panti asuhan, kegiatan donor darah dan masih banyak lagi. Selain itu, setiap Jumat, komunitas kami punya program khusus bernama 'Jumat Berkah'," ujar Yeni menambahkan.


Baca juga: Petugas masih Kesulitan Halau Gajah Liar Kembali ke TN Tesso Nilo


Jumat Berkah berupa pengumpulan sumbangan sukarela, rata-rata Rp10.000 hingga Rp50.000 per orang. Dana ini kemudian didonasikan kepada masyarakat yang membutuhkan dalam bentuk uang atau barang. Dikatakan Yeni, penghasilan sebagai mitra pengemudi Grab tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga bisa membantu untuk berbagi rezeki dengan masyarakat.

Fahrul dan Yeni merupakan dua dari 5 juta wirausahawan mikro yang tergabung dalam ekosistem Grab.

Berdasarkan hasil penelitian Riset Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics, Grab berhasil meningkatkan rata-rata pendapatan mitra pengemudi GrabBike sebanyak 113% dan berhasil menciptakan lapangan pekerjaan baru, karena 38% mitra pengemudi GrabBike tidak memiliki pendapatan sebelum bergabung.

Era disrupsi telah membuka kesempatan bagi para pekerja informal yang saat ini mendominasi jumlah angkatan kerja Indonesia. Dengan memanfaatkan teknologi, Grab telah meningkatkan peluang pendapatan bagi para wirausahawan mikro yang bekerja di sektor informal melalui ekosistem yang membantu meningkatkan potensi pendapatan dan memperbaiki kualitas hidup mereka.

Sebagai everyday superapp yang telah beroperasi di 222 kota dari Sabang hingga Merauke, kesuksesan Grab tidak terlepas dari kontribusi
dan kerja keras para mitra pengemudinya di seluruh Indonesia. (OL-1)

BERITA TERKAIT