25 January 2019, 17:15 WIB

Seedplan Menangi Kompetisi Aplikasi Cuaca Hackathon 2019


Bayu Anggoro | Nusantara

PERMANENT Betadev menjadi juara pertama dalam kompetisi aplikasi cuaca Hackathon 2019: Hackbdgweather yang diumumkan Kamis (24/1) malam di Bandung. Lomba tersebut adalah lomba pembuatan aplikasi cuaca yang nantinya akan dikembangkan oleh Pemerintah Kota Bandung maupun Pemprov Jawa Barat.

Permanent Betadev menciptakan aplikasi Seedplan, aplikasi rekomendasi untuk bercocok tanam. Tiga mahasiswa dari Fakultas Teknik Industri jurusan Teknik Informatika UPN Veteran Yogyakarta mengungguli 14 tim lainnya dalam kompetisi yang digelar pada 22-24 Januari itu.

Dari 38 peserta, 15 tim masuk seleksi selanjutnya dan kemudian mempresentasikan idenya di depan para juri. Hasilnya, didapat tiga pemenang dalam Hackathon 2019.

Setelah aplikasi Seedplan, pemenang kedua didapat oleh NaviCuaca yang membuat aplikasi menggunakan Google Maps dengan cuaca. Tim NaviCuaca ini merupakan gabungan mahasiswa dari tiga perguruan tinggi, yakni Gunadarma, UGM dan IPB.

Sedangkan juara ketiga adalah NiteLogin yang mengeluarkan aplikasi bernama Kusmana Traffic Congestion Control System based on Wheater. Sebuah monitoring aplikasi perencanaan penanaman. Tim NiteLogin adalah tiga mahasiswa Fakultas Teknik UGM.

Baca juga: Memantau Cuaca dari Kelurahan

Kompetisi ini diselenggarakan oleh PT Cyberindo Aditama (CBN) dengan PT Mega Akses Persada (FiberStar), yang merupakan program CSR untuk membantu Pemerintah Kota Bandung yang sudah lama menjalankan konsep Kota Pintar berbasis pada teknologi informasi.

Budi Rahardjo, selaku dewan juri, mengatakan hasil karya pemenang akan dikembangkan lagi oleh Pemkot Bandung.

"Hasil para pemenang dikembangkan lagi dengan pemodelan-pemodelan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Kota Bandung. Kami tidak menutup kemungkinan karya anak-anak milenial ini bisa diaplikasikan ke seluruh Indonesia," ujar Budi yang juga pakar teknologi informasi ini.

Dalam acara tersebut hadir Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo Samuel Abrijani Pangerapan dan perwakilan dari Pemprov Jawa Barat dan Pemkot
Bandung. Samuel mengatakan di era digital ada peluang besar untuk menciptakan lapangan kerja baru.

"Saat ini pemerintah fokus mengembangkan peluang-peluang ekonomi digital ini. Ada seribu beasiswa untuk trading digital yang bisa dimanfaatkan anak muda untuk membuka peluang lapangan pekerjaan. Ekonomi digital itu adalah ide yang harus dijalankan dengan kemauan keras. Terbukti sudah banyak pelaku ekonomi digital dalam negeri sukses mengembangkan usaha maupun membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya," pungkasnya.(OL-5)

 

BERITA TERKAIT