26 May 2023, 12:30 WIB

YKAN Ajak Awak Media Tanam Mangrove di Suaka Margasatwa


Mesakh Ananta Dachi |

BALAI Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) menggelar acara penanaman mangrove di Suaka Margasatwa Muara Angke, Jakarta Utara, Kamis (25/5).

Acara  itu diikuti dengan diskusi interaktif, pembersihan tumbuhan invasif, dan pembibitan mangrove. Acara itu diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan mangrove, dengan tema “Mangrove Jakarta untuk siapa?”.

“Berdasarkan data KLHK, di 2021, luas hutan mangrove di Indonesia itu totalnya ada 3,3 juta hektare. Dan itu, 20% di dunia. Jadi, peran kita sangat penting bagi penanganan perubahan iklim dan juga penanganan polusi. Karena, mangrove punya fungsi untuk itu,” ungkap Kepala Seksi Konservasi Wilayah III BKSDA Jakarta KLHK Mufti Ginanjar, di Suaka Margasatwa, Jakarta Utara, Kamis (25/5).

Baca juga: Indosat dan GSMA Berkolaborasi dalam Program Digitalisasi Konservasi Mangrove di Kaltara

Ginanjar menambahkan luas Suaka Margasatwa Angke hanya sekitar 25,02 hektare. Namun, meskipun kecil, dia mengibaratkan tempat tersebut sebagai oase di padang pasir. 

Menurutnya, di tengah Jakarta yang padat akan beton, ruang hijau yang dapat membantu meningkatkan kondisi lingkungan, sangat berguna. 

“Sekitar 25,02 hektare. Meskipun luasannya kecil, ini sangat berpengaruh pada perekonomian dan pergerakan masyarakat. Belum lagi pada polusi, sampah. Jadi suaka ini memiliki dampak yang besar sebagai penyaring polutan dan sampah,” sambungnya. 

Baca juga: Biodiversity Fun Class dan Penanaman Bakau untuk Proyek Berkelanjutan

Menimpali hal tersebut, Direktur Program Kelautan YKAN Muhammad Ilman menambahkan, bahwa penanaman mangrove menjadi strategi untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya mangrove. 

“Mangrove ini, ekosistem yang sangat tinggi. Mangrove ada di antara ekosistem di darat dan laut. Serta menjadi pembatas antara keduanya. Ekosistem mangrove, juga bisa menahan, misalnya polutan dari atas menuju ke laut. Jadi, sedikit berkurang polutannya masuk (ke laut),” ungkap Ilman.

Menurut Ilman, semakin banyak sampah yang masuk ke laut, dapat diatasi dengan bantuan mangrove. Sebab, sampah, terutama plastik, dapat menyebabkan organisme seperti ikan, akhirnya mengandung mikroplastik. (Z-1)

BERITA TERKAIT