25 January 2023, 14:45 WIB

Polisi Ambil Sampel Tanah dan DNA Siti Korban Wowon Cs


Rahmatul Fajri |

PENYIDIK Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama tim gabungan membongkar makam Siti, korban pembunuhan berantai Wowon Erawan alias Aki Cs di Garut, Jawa Barat. Kepolisian telah mengambil sampel tanah di makam Siti.

Selain itu, polisi membawa jenazahnya untuk diautopsi. "Kita ambil dari sampel tanah per 30 cm penggalian. Terus jenazahnya kita bawa untuk diautopsi sama diambil sampel DNA untuk mengetahui itu betul tidak Siti yang dimakamkan," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Indriwienny Panjiyoga, ketika dihubungi, Rabu (25/1).

Panjiyoga menyebut pihaknya akan memastikan bahwa jenazah yang dikubur di Garut tersebut ialah Siti. Ia mengatakan saat meninggal pada 2021, keluarga menerima jenazah Siti yang di dalam peti.

Ia mengatakan jenazah Siti saat itu telah dibungkus plastik dan tidak boleh dibuka sesuai protokol kesehatan. "Kan pandemi covid-19 itu. Jadi keluarganya menerima jenazah pada saat sudah dalam peti terus sudah di-wrapping dan enggak boleh dibuka," katanya.

Panjiyoga menyebut saat ini pihak kepolisian tengah membawa jenazah Siti ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi dan pemeriksaan DNA. "Kita belum buka, masih di peti, nanti di rumah sakit (RS Polri Kramat Jati) kita buka," ucapnya. 

Sebelumnya, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya membongkar makam Siti yang merupakan salah satu korban pembunuhan berantai oleh Wowon Erawan alias Aki cs di Garut, Jawa Barat pada Selasa (24/1) pagi. Panjiyoga menyebut pembongkaran makam Siti dilakukan untuk kepentingan autopsi. 

Diketahui, pembongkaran makam atau ekshumasi dilakukan demi keadilan oleh pihak berwenang. Hal ini dilakukan untuk identifikasi forensik, disebabkan oleh proses kematian seseorang yang tidak natural dan dikuburkan sebelum dilakukan autopsi. Siti merupakan satu dari sembilan korban dalam pembunuhan berantai yang dilakukan oleh Wowon cs. 

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menyebut Siti dijanjikan oleh Wowon akan mendapatkan kekayaan dengan iming-iming menggandakan uang melalui kekuatan supranatural. Siti kemudian menagih janji dari Wowon soal penggandaan uang. Wowon menyampaikan kepada kepada Siti bahwa uang tersebut bisa diambil di Mataram, Nusa Tenggara Barat.

"Siti ini nagih, 'Mana hasil penggandaan uangnya?' kemudian dibilang Wowon, 'Ambilnya di Mataram'," kata Trunoyudo di Jakarta, Jumat (20/1). Wowon kemudian meminta Noneng, yang juga menjadi korban pembunuhan, membawa Siti ke Mataram. Dalam perjalanan di Surabaya, Siti kemudian dibunuh dengan cara mendorong ke laut di Surabaya.

Jasad Siti ditemukan oleh warga. Setelah itu, Siti dibawa ke kampung halamannya di Garut, Jawa Barat untuk dimakamkan. (OL-14)

BERITA TERKAIT