09 December 2022, 14:11 WIB

Urai Kemacetan, Dishub Gunakan Teknologi AI untuk Atur Lalu Lintas


Mohamad Farhan Zhuhri |

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) DKI berencana menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mengatur durasi lalu lintas di ibu kota.

Kebijakan ini bertujuan untuk mengurai kemacetan yang masih kerap terjadi setiap harinya.

Kepala Unit Pengelola Sistem Pengendalian Lalu Lintas Dishub Provinsi DKI Jakarta Emanuel Kristanto mengatakan penggunaan teknologi AI ini merupakan hasil kerja sama antara pihaknya dengan perusahaan teknologi informasi swasta, Google.

Ia menyebut kedua pihak telah menandatangani nota kesepahaman pada November 2022 kemarin dengan nama proyek Green Light.

"Kami tengah bekerja sama dengan google indonesia untuk optimasi traffic light di persimpangan. Mereka akan gunakan teknologi AI," ujar Emanuel saat dikonfirmasi, Jumat (9/12).

Baca juga: Artifical Intelligence Perlu Ditunjang dengan Sistem Arsitektur TI

Nantinya, AI dari Google akan melakukan analisa mengenai kepadatan lalu lintas secara langsung atau real time. Data tersebut akan dikirimkan kepada Dishub untuk menjadi pengaturan waktu lampu lalu lintas di persimpangan.

Artinya, durasi lampu lalu lintas akan berbeda tiap jam dan berdasarkan kondisi kepadatan kendaraan yang melintas. Proyek ini, kata Emanuel, rencananya akan mulai diterapkan pada tahun 2023.

"Secara garis besar Google akan menggunakan teknologi AI mereka untuk menganalisa volume lalu lintas di persimpangan dan merekomendasikan waktu nyala hijau yang optimal di masing-masing kaki persimpangan," tukasnya.

"Data dikirim ke dishub dan kita aplikasikan di lapangan," pungkas Emanuel.(OL-5)

BERITA TERKAIT