02 December 2022, 20:28 WIB

Pengembangan Pesisir Ketapang Tangerang Diangkat Forum ASEAN


Mediaindonesia.com |

BUPATI Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menjadi pembicara dalam ASEAN Mayors Forum (AMF) 2022 atau Forum Gubernur dan Wali Kota se-ASEAN yang berlangsung di Phnom Penh, Kamboja, pada Jumat (2/12). Ahmed Zaki terpilih karena kepemimpinannya dalam penataan kawasan pesisir. 

Dalam kesempatan itu, dia menjelaskan cara mengelola kawasan pesisir yang punya banyak masalah, terutama soal urban. "Menyulap kawasan pesisir menjadi kawasan yang sehat dan masyarakatnya berdaya sungguh menjadi tantangan tersendiri. Yang diperhatikan ialah manusianya. Menciptakan simbiose yang sehat dengan pesisir," kata Zaki dalam keterangan resmi, Jumat (2/12). 

Zaki membuktikan bahwa menyulap kawasan kawasan pesisir Desa Ketapang, Mauk, Tangerang, yang berhasil dijadikan lokasi percontohan nasional dan internasional saat Forum PEMSEA Network of Local Government (PNLG) Forum 2022, Oktober lalu. Menurutnya, dalam peningkatan dan pengelolaan kawasan pesisir ini perlu dilakukan secara beriringan. 

Itu berarti bukan hanya pembangunan infrastrukturnya, tetapi juga ekonomi serta lingkungan. "Konsep pembangunan ini terintegrasi antara ekonomi, infrastruktur, dan lingkungan yang dibutuhkan untuk menopang perkembangan urbanisasi," tutur Zaki yang juga Vice Presiden PEMSEA Network of Local Government (PNLG) atau Kerja Sama Daerah Pesisir di Asia Timur.

Tantangan yang dihadapi untuk mewujudkan hal itu antara lain permukiman kumuh, sampah, masyarakat miskin, laju urbanisasi tinggi, abrasi, banjir rob, hingga penurunan habitat mangrove. Sejumlah program pun dijalankan untuk mengatasi hal itu, salah satunya melalui Gerakan Pembangunan Masyarakat Pantai (Gerbang Mapan).

Di kawasan Ketapang, ada juga ruang untuk pembudidayaan ikan dan udang, penyediaan tempat pelelangan ikan pelabuhan, serta konservasi mangrove. Pihaknya juga meningkatkan pelayanan setempat, seperti pembangunan pasar tradisional, kantor kecamatan, puskesmas, hingga stadion mini. "Kita juga meningkatkan sanitasi di sekolah-sekolah, salah satunya menempatkan seluruh WC di gerbang masuk sekolah. Tujuannya komunitas bersama-sama mengawasi dan memelihara sanitasi. Dengan begitu ada tanggung jawab moral untuk konsisten mereka merawatnya," ujarnya.

Selain itu, pihaknya menjalankan program Kurasaki (Kurangi Sampah Sekolah Kita), yaitu upaya dalam mengurangi volume sampah di sekolah dengan membiasakan siswa membawa bekal makan dari rumah dan meniadakan tempat sampah. Hal itu merupakan sejumlah upaya Kabupaten Tangerang dalam menciptakan kawasan pesisir yang modern. (OL-14)

BERITA TERKAIT