01 December 2022, 09:17 WIB

Kasus Covid-19 di Kota Depok Kembali Tinggi


Kisar Rajaguguk |

Kasus covid 19 di Kota Depok, Jawa Barat yang sempat menurun kini kembali naik.

Juru bicara Pemerintah Kota Depok untuk kasus covid-19, Dadang Wihana menyampaikan beberapa faktor yang menyebabkan hal itu terjadi seperti kurangannya kesadaran untuk tetap memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir dan berjaga jarak.

Rabu (30/11) kemarin, ia menyampaikan tercatat 225 tambahan kasus baru covid-19. “ Rabu kemarin 225 kasus baru dengan positivity rate 17 dan fatality ratenya 0,” katanya Kamis (1/12).

Tingginya angka kasus, kata dia berdampak pada tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit. Peningkatan kasus di Kota Depok terjadi sejak sebulan lalu.

“Untuk bed occupancy ratio (BOR) di rumah sakit itu sekitar 24 persen untuk ruang isolasi. (terjadi kenaikan) sebulan belakangan ini,” ucapnya.

Dadang menyebut ada sejumlah faktor yang menyebabkan terjadinya peningkatan kasus. Salah satunya, warga mulai abai terhadap protokol kesehatan hingga sudah banyaknya kegiatan yang digelar komunitas.

“Faktornya ya pertama kita memang mulai longgar juga dalam hal prokes, terutama pada penggunaan masker. Sehingga kemudian cenderung penularan akan lebih tinggi. Kemudian warga juga sudah merasa biasa saja ya namun tiba tiba kena,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi puncak lonjakan kasus yang diprediksi terjadi dua pekan lagi, pihaknya mulai melakukan pengetatan. Misalnya tracing dan testing. “Kita sudah manajemen data dan mulai tracing, testing. Dan kita sudah rapat koordinasi juga, ermasuk untuk melakukan vaksin juga,” tambahnya.

Dadang menjelaskan, BOR rumah sakit saat ini mengalami kenaikan hingga diatas 5%. Semula hanya sekitar 18-20 % saja, dan kini sudah mencapai 24 %. Namun kata dia, BOR saat ini masih terkendali dan masih tersedia di rumah sakit. Langkah lain yang dilakukan adalah dengan menyiapkan RSUD Anugerah Sehat Afia (ASA) dan RSUD Khidmad Sehat Aifat (KISA) sebagai rujukan. “Termasuk juga kesiapan managemen penanganan Covid di tingkat kelurahan, kecamatan, dan kota, untuk satgas mulai di-push kembali,” ujarnya.

Saat ini Kota Depok masih diberlakukan PPKM Level 1. Setiap rekomendasi kegiatan kata Dadang harus memperhatikan prokes. “Sekarang kan banyak kegiatan kegiatan komunitas, tapi dibatasi minimal 1.000 orang. Kemarin mungkin kita terlena, atau menganggap sudah biasa hingga terjadi pelonjakan, dan ini di semua daerah ya, ” katanya.

Untuk itu, masyarakat diminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan terutama di pusat keramaian untuk mencegah adanya lonjakan kasus baru covid-19. (OL-12)

BERITA TERKAIT