29 November 2022, 20:12 WIB

Sarasehan Budaya Tangsel, Keragaman Jadi Pemersatu


Syarief Oebaidillah |

TENGERANG Selatan (Tangsel), Banten, kini tumbuh menjadi kota yang memiliki keragaman budaya. Keragaman tersebut menjadikan pengikat dan pemersatu masyarakat di Tangsel itu sendiri.

Demikian disampaikan Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie saat menghadiri Sarasehan Budaya Tangerang Selatan dengan tema 'Budaya Nusantara, Masyarakat Sejahtera' di Pranaya Boutique Hotel, Kota Tangsel

"Baru kemarin kita selenggarakan festival budaya, parade kebudayaan dan kita selalu melibatkan kebudayaan di setiap kegiatan. Mulai dari makanannya, bajunya, tariannya, kerajinan dan sebagainya," ungkap Benyamin.

Ia mengatakan perlu diadakannya perumusan untuk menampilkan budaya apa yang ingin ditampilkan. Seperti halnya, mengakomodasi keragaman tersebut melalui lambang daerah Tangerang Selatan. “Bisa kita lihat lambang Tangsel ada rumah Betawinya.Masa lalu Tangerang Selatan memang didominasi kultur Betawi,” ujarnya.

Dikatakan Benyamin, kebudayaan merupakan suatu pijakan bahwa pembangunan yang berhasil, pembangunan yang tidak tercabut dari akar budayanya. "Budaya apapun yang berdasarkan kearifan lokal harus tumbuh di Tangerang Selatan," tegasnya.

Untuk itu, kata Banyamin, Pemerintah hadir menjadi penyeimbang antara budaya tradisional, konvensional, budaya lokal dengan budaya modern. "Misal dari sisi kuliner, kita tidak mau juga makanan cepat saji tampil terdepan. Tetapi, pecak lele dan makanan khas juga yang harus tampil terdepan juga," ujarnya.

Hal itulah yang kami wujudkan dalam visi Kota Tangsel dapat mewujudkan masyarakat yang unggul, saling terkoneksi menuju kota lestari, efisien dan efektif. "Kelestarian itu diikat oleh budaya," katanya seraya mengatakan melalui sarasehan diharapkan lebih banyak lagi ditemukan kearifan lokal bagi kemajuan pembangunan di wilayah Tangsel. (OL-15)
 

BERITA TERKAIT