25 November 2022, 17:31 WIB

Warga Diteriaki Pelit usai Buat Laporan Polisi, Kapolsek: Pengawasan Ditingkatkan


Rahmatul Fajri |

VIRAL di media sosial Twitter tentang dugaan anggota Polsek Palmerah yang meminta imbalan ke warga seusai membuat laporan. Kejadian tersebut dialami pemilik akun Twitter @rezkiachyana.

Kapolsek Palmerah AKP Dodi Abdul Rohim menegaskan pihaknya tidak memungut biaya ketika ada warga yang membuat laporan polisi.

"Pada intinya kalau buat laporan tidak dipungut biaya," kata Dodi, di Jakarta, Jumat (25/11).

Dodi mengklaim telah menyosialisasikan setiap warga yang membuat laporan polisi tidak dipungut biaya alias gratis. Sosialisasi tersebut telah dilakukan melalui media sosial dan banner yang dipasang di Markas Polsek Palmerah.

Dodi menegaskan pihaknya bakal meningkatkan pengawasan agar kejadian pemungutan uang oleh anggotanya tidak terjadi lagi.

"Nanti pada saat pelaporan di SPKT ada piket reskrim untuk melihat. Provos juga akan monitor. Jadi nanti setiap laporan betul-betul terpantau semua," katanya.

Baca juga: Bangun LRT Sampai Manggarai, Pemprov DKI Kucurkan Rp996 Miliar

Sebelumnya, viral di media sosial Twitter tentang polisi yang diduga meminta imbalan ke warga seusai membuat laporan. Kejadian tersebut dialami pemilik akun Twitter @rezkiachyana.

Berdasarkan unggahannya pada Kamis (24/11), Rezki mengaku membuat laporan kehilangan barang di Polsek Palmerah. Setelah membuat laporan, Rezki mengucapkan terima kasih.

Namun, Rezki mengaku mendapat perlakuan tidak mengenakkan dengan diteriaki "Padang Pelit".

"Habis buat laporan kehilangan di Polsek Palmerah, Jakarta Barat. Setelah suratnya gw terima, gw bilang terima kasih. Polisinya bilang 'terima kasih doang?'. Gw jawab 'iya'," cuit @rezkiachyana.

"Terus gw keluar ruangan, polisinya teriakin gw. 'Padang! Dasar Padang, pelit!'," tambahnya.(OL-4)

BERITA TERKAIT