22 November 2022, 22:43 WIB

Pengusaha Usulkan Kenaikan UMP DKI 2023 hanya 2,62 Persen


mediaindonesia.com |

ANGGOTA Dewan Pengupahan DKI Jakarta dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DKI, Nurjaman, menilai bahwa usulan pekerja soal kenaikan upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta pada 2023 sebesar 10,55% tidak mengacu pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) maupun Peraturan Pemerintah (PP).

"Usul total kenaikan upah pekerja dalam sidang pengupahan kedua di Balai Kota Jakarta pada hari ini sebesar Rp5.131.000 tersebut, tidak
mengacu pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 18 Tahun 2022 tentang Upah Minimum 2023," katanya di Jakarta, Selasa (22/11).
 
Sementara itu, katanya, dalam Permenaker itu ditentukan bahwa kenaikan UMP 2023 maksimal 10%.

Unsur pekerja, lanjut Nurjaman, juga dinilai tak mengacu kepada PP No 36 Tahun 2021 untuk menentukan UMP DKI 2023.

"Karenanya, dari teman-teman pekerja untuk UMP (DKI) 2023, menurut saya, ini tidak mengacu pada PP No 36 Tahun 2021 dan tidak mengacu Permenaker No 18 Tahun 2022," ucapnya.

Meski demikian, Nurjaman menilai ada kesamaan antara unsur Apindo DKI dan unsur pekerja dalam menentukan dasar acuan penentuan nilai UMP DKI 2023, yakni sama-sama tidak mengacu kepada Permenaker No 18 Tahun 2022.

"Menurut kami, di sini ada kesamaan antara Apindo dengan teman-teman serikat buruh itu, sama-sama tidak menerima Permenaker No 18 pada penetapan UMP 2023 ini," ujarnya.


Baca juga: Pemprov DKI Berikan Rp2 M Bantu Korban Gempa Cianjur


Oleh karena itu, kata Nurjaman, Apindo DKI sendiri mengusulkan UMP DKI naik 2,62% atau setara Rp4.763.293, mengacu kepada PP No 36 Tahun 2021 untuk menentukan usulan UMP DKI 2023.

"Jadi, Permenaker itu, menurut saya, diterima oleh unsur pengusaha dari Kadin DKI dan Pemerintah (DKI)," katanya.

Sebelumnya, Kadin DKI mengusulkan UMP DKI 2023 naik 5,11% atau setara dengan Rp4.879.053. Sementara itu, Pemprov DKI mengusulkan UMP DKI 2023 naik 5,6% atau setara dengan Rp4.901.738.

Pemprov dan Kadin DKI mengacu kepada Permenaker No 18 Tahun 2022 untuk menentukan nilai tersebut.

Adapun unsur pengusaha (Apindo DKI dan Kadin DKI), unsur Pemprov DKI, dan unsur pekerja masing-masing mengusulkan kenaikan UMP DKI 2023 yang berbeda-beda.

Hal itu karena semua unsur itu tak satu suara saat Dewan Pengupahan DKI menggelar sidang pengupahan kedua di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, pada Selasa ini.

Karena itu, masing-masing usulan dijadikan rekomendasi yang akan disampaikan kepada Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono. (Ant/OL-16)
 

 

BERITA TERKAIT