14 October 2022, 21:41 WIB

Kapolri: Malam Ini Buron Kelas Atas Judi Online Tiba di Tanah Air


Siti Yona Hukmana |

KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut timnya segera menangkap buron kelas atas judi online hasil penyelidikan Konsorsium 303. Buron atas nama Apin BK itu akan dijemput ke Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

"Hari ini atas kerja sama police to police, buron tersebut berhasil diserahkan kepada kita," kata Listyo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (14/10).

Kapolri mengatakan hal itu atas kerja sama Polri dengan Malaysia. Salah satu buron atas nama Apin BK yang bersembunyi di Singapura bergeser ke Malaysia.

"Hal ini mudah-mudahan semuanya berjalan lancar dan nanti malam Apin BK kita bawa ke Tanah Air," ujar Listyo.

Kapolri mengatakan hal itu merupakan bukti komitmen melakukan pemberantasan terhadap judi online. Menurutnya, penangkapan itu hasil pengiriman sejumlah personel ke negara-negara tempat sembunyi buron judi online tersebut.

"Ada beberapa orang yang saat ini kita buru dan mohon doanya dan bulan-bulan ini bisa kita ambil dan kembali ke Tanah Air sesuai komitmen kita untuk menindaktegas masalah judi online," tutur Kapolri.

Baca juga: Polisi Masih Buru Bos Judi Online di Jakarta Barat

Sebelumnya, Kapolri menegaskan pihaknya mengusut dugaan adanya Konsorsium 303 judi online di Korps Bhayangkara. Pengusutan dilakukan bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"Lalu kemudian juga muncul, adanya isu konsorsium. Kami telah membentuk tim gabungan bersama-sama dengan PPATK, untuk melakukan analisa terhadap transaksi keuangan yang diduga kaitannya dengan perjudian," kata Listyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (30/9).

Listyo mengatakan saat ini ada 329 rekening yang tengah dianalisa. Sebanyak 202 rekening telah diblokir.

"Sepuluh orang tersangka berstatus DPO (daftar pencarian orang), dan diduga terlibat dengan kelompok judi online kelas atas," ungkap Listyo.

Sebanyak empat orang dicekal atau cegah ke luar negeri. Kemudian, enam orang teridentifikasi berada di luar negeri.

"Saat ini kami telah membentuk tim khusus terdiri dari Bareskrim, polda-polda terkait, hubungan internasional (hubinter) untuk melakukan berbagai macam upaya," ujar mantan Kabareskrim Polri itu.(OL-5)

BERITA TERKAIT