04 October 2022, 14:55 WIB

Selamatkan Jakarta dari Polarisasi Politik Identitas


mediaindonesia.com |

PRESIDIUM Sahabat Disabilitas Indonesia regional Jakarta Kahar mengatakan Pj Gubernur DKI Jakarta ke depan haruslah sosok yang mempunyai netralitas dan tidak berafiliasi ke partai politik.

Menurutnya, sosok Bahtiar dinilai pantas menduduki jabatan itu karena netral. Kahar beralasan karena Bahtiar berasal dari kalangan pejabat eselon satu di Kementerian Dalam Negeri sehingga bisa menciptakan sinergitas antara pemerintah pusat dengan daerah yaitu DKI Jakarta.

"Kami rasa sosok Bahtiar pantas diangkat sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta. Selain memiliki netralitas yang tinggi, ia juga merupakan ASN di lingkungan kementerian dalam negeri yang saat ini pejabat eselon satu," kata Kahar dalam keterangan tertulis, Selasa (4/10). 

Kahar mengaku, pilihan yang disampaikan pihaknya merupakan langkah baik dalam memberikan perhatian kepada kelompok disabilitas. 

"Program disabilitas menjadi harapan juga buat kami selaku disabilitas yang mempunyai hak yang sama dengan yang lain untuk bersama-sama menciptakan kesetaraan yang harmonis," ujarnya. 

Kahar juga menambahkan Jakarta ke depan harus harmoni, rukun dan damai sehingga tidak ada lagi yang pengkotak-kotakan kepentingan.

"Sosok Bahtiar paling mempunyai kapabilitas untuk menduduki kursi Pj Gubernur DKI karena sebagai putra bangsa Bahtiar juga memiliki banyak sekali prestasi," pungkasnya. 

Untuk diketahui, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar mendapat dukungan dari berbagai pihak untuk menduduki kursi Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta pengganti Anies Baswedan yang habis masa jabatan pada 16 Oktober 2022.

Sebagai birokrat murni dan kini menduduki jabatan eselon I Kemendagri, Bahtiar dikenal sebagai sosok yang konsisten menjaga sikap netral dan rajin menggaungkan pentingnya netralitas ASN. (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT