28 September 2022, 21:31 WIB

Seorang Warga Cilincing Terluka akibat Granat yang Ditemukannya Meledak


mediaindonesia.com |

SEBUAH ledakan diduga berasal dari granat kejut terjadi di gang sempit permukiman penduduk Jalan Tipar Timur, RT 08 RW 04 Kelurahan Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (28/9).
 
"Infonya ada (ledakan)," kata Lurah Semper Barat Maryono seperti dikutip Antara di Jakarta, Rabu.
 
Akibat ledakan granat tersebut, katanya, seorang warga penghuni kontrakan bernama Rahmat, 19, mengalami luka-luka.
 
Ditemui di lokasi, Rahmat mengatakan menemukan granat kejut bertuliskan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Indonesia National Police) itu pada Selasa (27/9) terbungkus di pinggir Jalan Kawasan Berikat Nusantara (KBN).
 
"Awalnya saya nggak tahu kalau itu granat," ujar Rahmat.
 
Akan tetapi, ketika sedang diutak-atik, granat pun meledak. "Pagi-pagi pas saya utak-atik tiba-tiba meledak," kata Rahmat.
 
Akibat ledakan ini, Rahmat terluka di telapak tangan kiri dan kaki sebelah kanannya.
 
Rahmat juga masih mengalami gangguan pendengaran karena terdampak langsung ledakan granat kejut tersebut.
 
Sementara itu, tampak aparat kepolisian dan TNI serta Satpol PP juga sudah melakukan pemeriksaan.
 
Tim Gegana juga terlihat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dari lokasi ledakan sampai ke titik ditemukannya granat kejut tersebut.
 
Informasi yang dikumpulkan menyebutkan, granat kejut atau disebut juga flashbang pada awalnya dirancang dan dibuat untuk dipakai Special Air Service Inggris.  

Granat ini dirancang untuk membingungkan, atau mengalihkan perhatian musuh selama beberapa detik.


Baca juga: Granat Asap dan Peluru di Kontrakan Pondok Gede Milik Purnawirawan TNI AU

 
Granat jenis ini yang paling banyak ditemui adalah granat kejut M84, yang diberi julukan flashbang karena menghasilkan cahaya membutakan
(6-8 juta Candela) dan ledakan yang keras (170-180 desibel).
 
Ketika meledak, granat tersebut tetap utuh tanpa menghasilkan serpihan. Granat ini berbentuk tabung segi enam besi dengan lubang untuk pengeluaran ledakan cahaya dan bunyi.
 
Polda Metro Jaya memastikan granat jenis flashbang yang meledak usai ditemukan warga di Cilincing, Jakarta Utara, merupakan perlengkapan latihan yang tidak berbahaya.
 
"Benda tersebut adalah adalah properti latihan, tidak berbahaya. Membutuhkan ahli dalam pengoperasiannya yang berfungsi mengeluarkan suara ledakan, cahaya dan asap putih, hanya menimbulkan efek kejut," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan di Jakarta, Rabu.
 
Usai mendapatkan laporan kejadian tersebut, Zulpan menjelaskan tim Brimob yang dipimpin langsung oleh Iptu Febyan selaku komandan pengendali latihan, segara mendatangi rumah yang menemukan granat untuk mengambil dan mengamankan flashbang tersebut.
 
Zulpan mengungkapkan granat jenis flashbang tersebut ditemukan oleh warga asal Semper Barat, Jakut, berinisial R, di lokasi latihan Brimob
Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung.
 
Warga yang menemukan benda tersebut membawa pulang ke rumah kontrakan di Semper Barat dan hendak dijual ke pedagang asongan.
 
Warga yang menemukan flashbang tersebut sempat mengutak-atik granat hingga akhirnya meledak. Flashbang tersebut hanya berfungsi menimbulkan efek kejut, sehingga R hanya mengalami luka ringan.
 
"Saudara R, selaku penemu, hanya mengalami luka ringan di kaki kanan dan tangan kiri," tutur Zulpan. (Ant/OL-16)

BERITA TERKAIT