24 September 2022, 20:55 WIB

Elektabilitas Anies-Riza Turun, Grace Natalie Masuk Bursa Cagub DKI Jakarta


Mediaindonesia.com |

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan bakal mengakhiri masa jabatannya pada 16 Oktober. Keputusan pemberhentian Anies dan Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria diumumkan melalui Rapat Paripurna DPRD yang digelar pada Selasa (13/9)

Sejumlah nama beredar dalam bursa calon gubernur DKI Jakarta yang dilontarkan oleh partai-partai politik. PDIP sebagai pemilik kursi terbanyak di DPRD menjagokan beberapa nama, di antaranya Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Temuan survei Nusantara Strategic Network (NSN) menunjukkan elektabilitas Risma dalam setahun cenderung turun, tetapi tetap unggul sebesar 26,3 persen. Wakil gubernur petahana Ahmad Riza Patria dari Gerindra menyusul di posisi kedua dengan elektabilitas 15,3 persen.

Sebelumnya Riza menikmati tren penguatan, tetapi kemudian turun lagi, tipis di atas Anies (14,5 persen). Elektabilitas Anies sendiri terus turun, dengan koreksi paling tajam menjelang lengser dalam sebulan lagi, kini tergeser ke posisi ketiga.

PDIP bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menempatkan diri sebagai oposisi terhadap kebijakan Anies-Riza selama lima tahun menjabat. Mantan ketua umum PSI Grace Natalie masuk dalam bursa cagub DKI Jakarta dengan meraih elektabilitas 5,0 persen.

“Elektabilitas Anies dan Riza Patria mengalami penurunan, sementara Grace Natalie (PSI) masuk dalam bursa calon gubernur DKI Jakarta,” kata Direktur Program NSN Riandi lewat pernyataannya Sabtu (24/9).

Menurut Riandi, kenaikan elektabilitas yang pernah diperoleh Riza tidak lepas dari posisinya sebagai “the real Gubernur DKI” selama mendampingi Anies. Tetapi berbagai kontroversi yang muncul dari kebijakan Anies membuat elektabilitas Riza menjadi stagnan.

Sebelumnya Anies sebagai gubernur petahana masih menjadi rival terkuat Risma. “Publik juga melihat Anies lebih berambisi untuk maju ke tingkat nasional sebagai calon presiden,” tandas Riandi. 

Selain itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang berpeluang diusung sebagai cagub DKI Jakarta. Elektabilitas RK terus bergerak naik, dan kini mencapai 10,5 persen. “Menarik jika Anies berkompetisi dengan RK, atau malah berpasangan,” lanjut Riandi.

Figur kepala daerah lainnya memiliki peluang untuk bertarung di DKI Jakarta, seperti Walikota Solo dari PDIP Gibran Rakabuming Raka (4,3 persen) dan Walikota Bogor dari PAN Bima Arya Sugiarto (3,5 persen).

“PDIP memiliki banyak stok kepala daerah atau tokoh berlatar belakang kepala daerah yang berpeluang maju pada Pilkada DKI Jakarta,” jelas Riandi. 

Risma dan Gibran menjadi nama-nama yang potensial diusung selain sejumlah nama lain yang beredar di internal PDIP.

Lalu Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (2,3 persen), politisi Nasdem Ahmad Sahroni (2,0 persen), dan Menteri Pariwisata Sandiaga Uno (1,8 persen). Berikutnya tokoh-tokoh Golkar yaitu Ahmed Zaki Iskandar (1,5 persen) dan Airin Rachmi Diany (1,0 persen).

Selain itu ada pula Wakil Gubernur Jawa Timur dari Demokrat, Emil Dardak (1,0 persen). Nama-nama lain memiliki elektabilitas di bawah 1 persen, dan sisanya tidak tahu/tidak jawab sebanyak 10,1 persen.

Nusantara Strategic Network (NSN) melakukan survei pada 11-15 September 2022 dengan 400 responden mewakili seluruh wilayah di DKI Jakarta. Metode survei adalah multistage random sampling. Margin of error survei ±4,9 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. (OL-8)

BERITA TERKAIT