21 September 2022, 19:26 WIB

Gara-Gara Palak Juru Parkir, Seorang Warga Dikeroyok di Kemang


Khoerun Nadif Rahmat |

SEORANG warga menjadi korban pengeroyokan akibat lakukan pemalakan kepada juru parkir di kawasan Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Kapolsek Mampang Prapatan, Komisaris Supriadi, menjelaskan bahwa kejadian pengeroyokan bermula saat korban meminta uang secara paksa kepada juru parkir sebesar Rp500 ribu.

"Jadi dia (korban) meminta minuman (keras) sama (tukang) parkir tapi nggak dikasih. Terus dia minta uang Rp500 ribu nggak dikasih juga," kata Supriadi saat dihubungi di Jakarta, Rabu (21/9).

Peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada Sabtu (17/9) malam. Korban awalnya datang ke lokasi dan meminta miras kepada warga sekitar. Akan tetapi, permintaan itu tidak digubris warga.

Setelahnya, korban pengeroyokan melakukan pemukulan kepada salah satu juru parkir di lokasi tersebut setelah tidak merespons permintaan uang sebesar Rp500 ribu.


Baca juga: 153 Pedagang PRJJ di Sawangan Kota Depok Keluhkan Mahalnya Sewa Kios


"Sebenarnya yang dikeroyok itu dia yang mukul duluan ke tukang parkir. Nah sama (warga) sekitaran situ akhirnya dia dikeroyok. Jadi sebenarnya awalnya dari dia (korban)," terang Supriadi.

"Jadi dia minta uang ke tukang parkir Rp500 ribu kemudian karena nggak dikasih dia nonjok sampai akhirnya dia dikeroyok," tambahnya.

Antara korban pengeroyokan dan juru parkir yang menjadi korban pukul telah membuat laporan polisi atas insiden yang menimpa mereka. Kedua laporan itu pun kini tengah diselidiki penyidik.

"Yang dikeroyok bikin laporan sama yang dipukul duluan juga bikin laporan. Kita tangani dua-duanya. Kita lagi kumpulin saksi-saksi, masih pendalaman," katanya.

Sebelumnya, insiden pengeroyokan ini diduga akibat perebutan lahan parkir di lokasi tersebut.

"Nggak ada kaitannya sama rebutan lahan parkir, sudah ada LP (laporan posisi) juga. Tapi itu nggak benar bukan masalah lahan (parkir)," kata Supriadi. (OL-16)     
      
 

BERITA TERKAIT