12 September 2022, 09:25 WIB

DPW NasDem DKI Jakarta Minta PSSI Buktikan JIS tidak Layak


Anggi Tondi Martaon |

DEWAN Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Jakarta meminta Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melampirkan kajian terkait Jakarta Internasional Stadium (JIS). Sebelumnya, PSSI menyebut stadion yang baru diresmikan itu tidak layak menggelar FIFA Matchday. 

“Kami mendorong agar hasil uji kelayakan versi PSSI ini dapat dibuktikan secara objektif," kata Ketua DPW NasDem Jakarta Nurcahyo Anggoro Jati melalui keterangan tertulis, Senin (12/9).

PSSI pun diminta membuka ke publik terkait hasil uji kelayakan tersebut. Sehingga penilaian JIS tidak layak menggelar pertandingan FIFA tidak menimbulkan polemik.

Baca juga: PSSI Sebut Jakarta International Stadium Tidak Memenuhi Standar FIFA

"Juga menghindari kesan dari kepentingan politik,” ujar pria yang akrab dipanggil Yoyok tersebut.

Obyektifitas tentang kelayakan JIS versi PSSI harus dikaji kembali. Jika berdasarkan FIFA Stadium Guidelines, JIS sudah memenuhi standar seperti infrastruktur, parameter sirkulasi aktivitas, sistem dan teknis pelayanan, serta kelengkapan informasi dan teknologi. 

Apalagi JIS dirancang konsultan perencana stadion dengan pengalaman internasional. Artinya, proses pembangunan JIS tidak mungkin mengabaikan standar FIFA. 

"Bahkan proses pembangunannya pun didampingi langsung oleh Assesor FIFA," ungkap dia.

Selain itu, Yoyok membela alasan parkir JIS dibuat terbatas. Tujuannya, mendorong memaksimalkan transportasi publik. 

Hal itu juga sejalan dengan peraturan FIFA terbaru terkait desain stadion. Sebuah stadion harus memperhatikan isu keberlanjutan lingkungan.

Dia menyampaikan JIS sudah didukung dengan fasilitas transportasi publik yang memadai. Seperti halte Trans-Jakarta dan stasiun KRL. 

"Bahkan sekarang sedang ada rencana pembangunan jalur dan stasiun MRT” sebut dia.

Terkait pagar yang roboh, dia menilai hal itu tidak harus menjadi polemik besar. Menurut dia, pagar JIS roboh bukan karena ketidaklayakan fasilitas, namun faktor ketertiban penonton. 

“Misalnya di Belanda ketika supporter klub bola Belanda Vitesse merayakan gol tiba-tiba tribun penonton roboh. Ini artinya pagar atau tribun yang roboh bisa disebabkan oleh faktor penonton” ujar dia.

Dia pun mengajak semua pihak mendukung agar JIS dapat digunakan dalam laga internasional. Sebab, hal itu dapat berdampak baik terhadap Jakarta.

“Kan baik juga untuk Jakarta, bisa meningkatkan branding juga citra Jakarta di mata internasional” pungkas dia. (OL-1)

BERITA TERKAIT