31 August 2022, 21:47 WIB

Wakil Ketua DPR: Jam Operasional Truk Besar Harus Ditinjau Ulang


mediaindonesia.com |

WAKIL Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) meminta pemerintah untuk meninjau ulang jam operasional truk besar, menyusul kecelakaan truk trailer yang menelan 10 korban jiwa di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (31/8).
 
Gus Muhaimin mengusulkan agar pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan dan pihak terkait lainnya, membatasi jam operasional
truk besar. Menurut dia, jam operasional truk besar sebaiknya diberlakukan saat aktivitas warga sepi.
 
"Segera mengevaluasi jam operasional truk besar, terutama di kawasan padat. Coba, misalnya jam operasional diatur malam, mulai pukul 22.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB," kata Gus Muhaimin seperti dilansir Antara di Jakarta, Rabu.
 
Selain meminta agar pemerintah mempertimbangkan ulang terkait jam operasional truk besar, ia mengimbau agar dilakukan pengecekan kondisi truk secara berkala.
 
Dia menyatakan bahwa insiden kecelakaan yang merenggut 10 nyawa akibat truk besar bukan kali ini saja terjadi. Seharusnya kejadian-kejadian itu, kata Muhaimin, bisa menjadi peringatan bagi semua pihak.


Baca juga: Polisi Amankan Sopir Truk Penyebab Kecelakaan Maut di Bekasi

 
"Ingatan kita tentu belum kering saat kecelakaan yang melibatkan truk besar di Balikpapan, lalu di Cibubur, ini kejadian lagi di Bekasi.
Banyak nyawa nggak berdosa melayang, lho. Ini tentu warning untuk kita semua, pemerintah, pemilik truk, dan para sopir," ujarnya.
 
Ia menyatakan keprihatinannya dan turut berbela sungkawa atas peristiwa kecelakaan truk besar yang menabrak tiang telekomunikasi dan menelan korban jiwa murid sekolah dasar (SD) di Bekasi itu.
 
"Sungguh sangat prihatin, kita turut berduka dengan kecelakaan yang merenggut nyawa warga, termasuk anak-anak SD. Kita doakan seluruh korban husnul khatimah," kata Muhaimin.
 
Sebelumnya, kecelakaan maut terjadi di Jalan Sultan Agung, Kranji, Kota Bekasi, Rabu siang. Sebuah truk trailer menabrak halte di delan SDN Kota Baru II dan III Bekasi Barat yang menyebabkan tiang telekomunikasi roboh kemudian menimpa orang dan kendaraan di bawahnya.
 
Kecelakaan maut itu mengakibatkan 20 orang luka-luka. Sedangkan korban meninggal dunia 10 orang, empat di antaranya murid SD. Seluruh
korban dievakuasi ke RSUD Kota Bekasi dan RS Ananda. (Ant/OL-16)

BERITA TERKAIT