19 August 2022, 22:02 WIB

PAM Jaya dan Gerakan Ciliwung Bersih Kolaborasi dalam Pelestarian Sungai Ciliwung


mediaindonesia.com |

DIREKTUR Pelayanan PAM Jaya, Syahrul Hasan, mengatakan PAM Jaya akan terus mendukung serta bekerja sama dengan Gerakan Ciliwung Bersih (GCB) dalam upaya-upaya pelestarian Sungai Ciliwung, satu di antaranya pembangunan Tempat Olah Sampah Sungai (TOSS).

“PAM Jaya sebagai mitra GCB dan Pemprov DKI Jakarta sebagai pembina akan terus mendukung segala aktivitas pelestarian lingkungan yang dilakukan oleh GCB,” kata Syahrul dalam keterangan pers, Jumat (19/8).

Sehari sebelumnya, Syahrul juga menghadiri Acara Tasyakuran dan Peringatan Hari Sungai Nasional di Pusat Rumah Gerakan Ciliwung Bersih, Jalan Penjernihan 1 Karet Bivak, Jakarta Pusat, Kamis,(18/8).

Lebih lanjut, Syahrul mengungkapkan, sekarang sedang dibangun IPA (Intalasi Pengelolaan Air) yang nantinya air bakunya diambil dari sungai Ciliwung,

Dengan dibangunnya IPA, maka ada penambahan 200 liter per detik yang air bakunya yang dapat melayani sekitar 15.000 sambungan rumah di wilayah Kelurahan Kalibata, Kelurahan Pengadegan, Kelurahan Rawajati, Kelurahan Duren Tiga, dan Kelurahan Pancoran yang mulai didistribusikan pada tahun 2023 mendatang.

Baca juga: Kualitas Air Ciliwung Membaik dan Bisa Jadi Bahan Baku Air PAM

Tasyakuran dan peringatan Hari Sungai Nasional ini diadakan setelah berhasil memperoleh penghargaan Kalpataru Khusus tahun 2022.

Kalpataru Khusus adalah penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup karena atas kontribusinya dalam pelestarian lingkungan, khususnya peningkatan kualitas Sungai Ciliwung.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan  (LHK) Alue Dohong kepada Ketua Umum GCB Peni Susanti Moerpratomo di Ruang Auditorium Gd. Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat, pada 20 Juli 2022 lalu.

Di dalam acara tersebut, juga dipaparkan tentang keunggulan program TOSS (Tempat Olah Sampah Sungai) salah satu teknologi energi yang terbaru oleh penemu metode Peyeumisasi tersebut sekaligus komisaris utama Comestoarra.com, Supriadi Legino.

Supriadi mengatakan dengan program TOSS-GCB yang membutuhkan bahan baku dari sampah biomasa, permasalahan tersebut bisa terjawab. 

"Bahkan bisa memberikan nilai tambah berupa energi panas dan energi listrik sehingga sampah tidak mengalir dan menumpuk di hilir sungai yang berupa briket yang bisa di pakai menjadi bahan bakar kompor dan lain sebagainya yang biayanya jauh lebih murah," papar Supriadi.

Penghargaan Khusus Kalpataru

Ketua Gerakan Ciliwung Bersih Ir.Peni Susanti di tempat yang sama juga mengatakan Kalpataru Ini penghargaan tertinggi di bidang lingkungan yang sudah 42 tahun yang selalu diberikan oleh presiden. Penghargaannya tahun ini namanya Penghargaan Khusus.

“Tadi disampaikan oleh pak Sarwono beliau salah satu dewan penilai mengatakan bahwa penghargaan Kalpataru Khusus ini adalah kolaborasi dan pengabdian lingkungan," jelasnya.

"Kolaborasinya dengan multi stakeholder. Jadi bekerja jejaring,ini yang di harapakan untuk indonesia kedepan ,jadi bukan sendiri sendiri tapi kolaborasi jejaring dan lain sebagainya.” ujarnya.

Peni Susanti mengatakan, Sungai Ciliwung ini setelah 33 tahun sekarang sungainya kelas 2,

Kelas 2 itu artinya sesuai dengan PP pemerintah dan tadi disampaikan Direktur Pelayann PAM akan di bangun dan dibuka 200 liter per detik dengan 1000 Sabungan dengan 1.500 warga di daerah sekitar Pejaten,

"Jadi ini hasil perjuangan semua stakeholder dari mulai instansi pemerintah,swasta,perguruan tinggi maupun komunitas.”bebernya.

Ketua Sahabat Ciliwung, Hidayat mengatakan, dalam memperingati HUT RI ke-77 pihaknya melakukan susur Ciliwung dengan mengibarkan bendera Merah Putih.

Pengarungan dimulai dari dermaga bawah kolong Tol Cijago di Jalan Juanda dan berakhir di Bambon Riverside Srengseng Sawah.

“Sambil mengalun kami dan kawan-kawan mengibarkan bendera merah putih di Sungai Ciliwung,” ujarnya. (RO/OL-09)
 

BERITA TERKAIT