11 August 2022, 15:49 WIB

Diduga Rugikan Perusahaan Rp14,3 Miliar, Bendahara APNI Dilaporkan ke Polisi


Rahmatul Fajri |

BENDARA Umum APNI (Asosiasi Penambang Nikel Indonesia) Antonius Setyadi yang juga merupakan mantan Presiden Komisaris PT Castrol indonesia, dilaporkan PT Lintas Inti Makmur (LIM) ke Polda Metro Jaya atas dugaan penggelapan atau penipuan saham. Laporan itu tertuang dengan nomor LP/B/4115/VIII/2022/SPKT/Polda Metro Jaya, tertanggal 10 Agustus.

"Kami melaporkan AS ke polisi atas dugaan penipuan dan penggelapan," ujar kuasa hukum pelapor, Rendra Septian Pratama melalui keterangannya, Kamis (11/8).

Rendra menjelaskan, dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan tersebut bermula ketika Antonius Setyadi menggadaikan saham PT Tekindo Energi-tambang nikel di Maluku Utara kepada PT LIM senilai Rp6,9 miliar pada Maret 2017. Kemudian, pada 9 November 2017, Antonius kembali menggadaikan saham perusahaan itu senilai Rp7,4 miliar.

Baca juga : Polda Metro Persilakan 7 Anggotanya Diperiksa Terkait Kasus Brigadir J

Kesepakatan gadai antara kedua pihak untuk pemberian modal usaha. Namun, diduga terjadi tindak pidana dalam kesepakatan tersebut. Antonius diduga menjual seluruh sahamnya termasuk yang telah digadaikan kepada orang lain.

"Yang bersangkutan justru menjual seluruh saham perusahaannya pada Maret 2019. Sehingga, klien kami mengalami kerugian mencapai belasan miliar," ungkapnya.

Dengan pelaporan ini, Antonius Setyadi diduga melanggar Pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP. (OL-7)

BERITA TERKAIT