09 August 2022, 17:36 WIB

Pengungkapan Kasus Brigadir J Momentum Kapolri Bersihkan Internal


Rahmatul Fajri |

PENGAMAT kepolisian Alfons Loemau menilai kasus tewasnya Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J harus menjadi momentum bagi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk membersihkan internal Polri dari oknum nakal. 

Alfons menyakini kasus kematian Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo melibatkan banyak orang di internal Polri. Untuk itu, Sigit harus mengungkap siapa saja yang terlibat.

Meskipun ia mengakui pengungkapan pihak yang terlibat akan mencoreng institusi, di sisi lain kebijakan itu membersihkan para oknum nakal ini bisa berdampak positif untuk Polri.

"Ini apabila Jenderal Sigit akan membuat keputusan tegas mungkin sekali berdarah-darah, mungkin sekali ini pil pahit tapi sangat penting bagi polisi," kata Alfons dalam diskusi yang digagas Rumah Kebudayaan Nusantara (RKN), Selasa (9/8).

Alfons yang juga berstatus sebagai purnawirawan Polri berpangkat Komisaris Besar (Kombes) menilai, Polri saat ini sudah mulai profesional dalam bekerja. Namun, adanya kasus Brigadir J akan menimbulkan persepsi negatif di ruang publik. Pasalnya, penanganan kasus tersebut memakan waktu yang cukup lama hingga satu bulan.

"Ada orang sekitar situ banyak saksi kok bisa lambat, inilah saatnya kalau mau political will ini waktu yang tepat untuk melakukan the right job," tegasnya.

Sementara itu, praktisi hukum Petrus Selestinus mengatakan, Sigit harus mengungkap kasus kematian Brigadir J secara transparan. Jika pengungkapan kasus tidak tuntas dan transparan, maka akan timbul preseden buruk di tengah masyarakat.

"Kita lihat nanti. Hari ini Bareskrim Polri akan mengumumkan tersangka baru dan mudah-mudahan kita bisa mendapatkan informasi apa motifnya," katanya.

Petrus menilai kasus kematian Brigadir J telah mendapatkan atensi khusus dari Presiden Joko Widodo. Ia menilai atensi tersebut tidak hanya menyangkut persoalan kematian Brigadir J, tetapi adanya persaingan antarpetinggi di kepolisian.

"Hal yang melatarbelakangi semua persoalan seperti banyak lumpur, banyak permainan di dalam, persaingan di dalam, antarelit di sana, itu sebetulnya masuk juga dalam peirntah presiden yang harus diselesaikan Kapolri," tandas Petrus. (OL-8)

BERITA TERKAIT