06 August 2022, 12:15 WIB

Bisa Gugah Kesadaran Masyarakat, BNPT Apresiasi DASPR dan FKAAI


Mediaindonesia.com |

PERINGATAN tragedi Bom JW Marriot sejatinya bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk mengingatkan masyarakat bahwa ancaman teroris masih ada. Itu sebabnya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar mengapresiasi apa yang dilakukan Konsultan Senior DASPR dan Pembina FKAAI, Nasir Abas serta Tony Soemarno yang menyelenggarakan acara peringatan tragedi Bom JW Marriott sekaligus dalam rangka peluncuran buku 'The Power Of Forgivenes: Memoar Korban Bom JW Marriott' di Hotel JW Marriott Jalan Lingkar, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (5/8).

Dalam sambutannya, Boy Rafli mengatakan, kegiatan ini merupakan peringatan yang pertama yang dilakukan untuk mengenang tragedi Bom JW marriott. Boy Rafli menambahkan, BNPT bersama dengan masyarakat harus lebih kuat untuk melawan kejahatan terorisme.

"Bahwa memang selama setahun ini kita telah membuat berbagai ajang yang menyatukan para penyintas dengan para mantan pelaku terorisme  dan sudah ada 5 titik kita lakukan dengan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait," ujarnya. Ia berharap ke depan antara para penyintas dan para mantan narapidana terorisme (Napiter) ini bisa terjalin integritas.

Sementara itu, Konsultan Senior DASPR & Pembina FKAAI, Nasir Abas mengatakan buku 'The Power of Forgiveness : Memoar Korban Bom JW Marriott' merupakan karya yang ditulis berdasarkan pengalaman Tony Soemarno sebagai korban teror bom yang mengisahkan perjalanan hidup beliau sejak menjadi korban bom JW Marriott 2003 hingga menjadi aktivis deradikalisasi yang aktif mengunjungi dan berdiskusi dengan para narapidana kasus teror di dalam penjara. "Kisah beliau sangat inspiratif untuk dibagikan dalam mencegah terulangnya perbuatan aksi terorisme," ujarnya.

Kegiatan peringatan tragedi Bom Marriott dihadiri oleh Kepala BNPT Komjen. Pol. Dr. Drs. Boy Rafli Amar, M.H, Koordinator Penyintas Vivi Normasari, Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Susilaningtias, S.H., M.H., Direktur United Nation Office on Drugs and Crime (UNODC) Collie Brown, serta 30 penyintas tragedi bom dari seluruh Indonesia. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT