05 August 2022, 17:30 WIB

GOR Mampang Roboh Telan Korban Jiwa, Dispora: Tanggung Jawab Kontraktor


Mohamad Farhan Zhuhri |

BANGUNAN Gedung Olahraga (GOR) Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, yang roboh beberapa waktu lalu ternyata sengaja dilakukan. Hal itu karena ada rencana penghapusan bangunan lama menjadi bangunan baru.

Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Rusdiyanto mengatakan, sebelumnya sudah ada pemenang lelang dari pihak ketiga yang akan mengerjakan proyek revitalisasi GOR tersebut.

"Jadi ada rencana pembangunan GOR, bangunan lama lagi proses penghapusan. Penghapusan itu artinya bangunan lama dihapus dan itu ditenderkan sudah ada pemenang lelangnya," jelasnya saat dihubungi, Jumat (5/8).

Rusdiyanto mengatakan, pihaknya tidak lagi memiliki keterkaitan atas insiden yang menyebabkan dua korban jiwa tersebut. Menurutnya, tidak ada tanggung jawab Dispora, sebab seluruh konsekuensi pengerjaan penghapusan bangunan berada di pihak kontraktor pemenang tender.

Kendati demikian, ia mengakui pihak Dispora telah dipanggil polisi untuk dimintai keterangan. "Hanya dimintai keterangan sih, proses lelangnya seperti apa, penghapusan aset DKI, proses lelangnya itu ada di badan aset, bukan Dispora," ujarnya.

"Jadi bukan karena bangunannya roboh, memang sengaja dihapus," sambungnya.


Baca juga: Laka Lantas di Jalan Otista, TransJakarta Lindas Pengendara Vespa


Penghapusan bangunan, menurut Rusdiyanto, karena banyak faktor. Misalnya Pemprov DKI akan melakukan revitalisasi atau pembangunan ulang pada bagian tertentu dari bangunan GOR.

Untuk membangun atau merevitalisasi, terdapat bangunan yang perlu dirobohkan atau dihapus.

Pada tahapan ini, Dispora membuka lelang pengerjaan ini. Saat pemenang lelang sudah ditentukan, segala tanggung jawab proses penghancuran bangunan ada pada kontraktor.

"Karena sudah dilelang, nah aparat hukum ingin menggali sebenarnya mekanisme proses di Dispora seperti apa, kemudian si pelaksana pemenang tender seperti apa," jelasnya.

Sebelumnya, pembongkaran bangunan GOR, Kecamatan Mampang Jakarta Selatan memakan korban jiwa. Dua pekerja dilaporkan meninggal dunia tertimpa material bangunan pada Minggu (31/7).

Kapolsek Mampang Prapatan Komisaris Supriyadi menerangkan, empat orang sedang bekerja di lantai dua gedung pada pukul 13.40 WIB. Dua pekerja yakni Atmaja, 48, dan Isman Nur Latief, 23, hendak merobohkan tembok mengalami kecelakaan.

"Itu mau dibongkar total. Tahu-tahu angin kencang terus temboknya roboh dan timpa mereka. Jadi ketiban reruntuhan, bukan jatuh (seperti diberitakan)," kata dia saat dihubungi, Senin (1/8).

Supriyadi menerangkan, dua pekerja itu dilarikan ke RSUD Mampang, namun nahas nyawa mereka tak tertolong.

Selain memakan korban jiwa, Supriyadi mengatakan, satu mobil mengalami kerusakan akibat kejadian itu. Kendaraan itu terpakir di sekitar area bangunan. (OL-16)

BERITA TERKAIT