03 August 2022, 15:10 WIB

Wanita di Jakbar Ditangkap Terkait Penipuan Minyak Goreng


Rahmatul Fajri |

POLSEK Kebon Jeruk Jakarta Barat mengamankan seorang wanita berinisial ES (31) yang menipu 12 korban terkait jual beli minyak goreng.

Kapolsek Kebon Jeruk Kompol Slamet Riyadi menjelaskan kejadian bermula saat ES bertemu dengan para korban pada Februari 2022 saat ketersediaan minyak goreng tengah langka di pasaran. Pelaku menemui para korban dan mengaku sebagai pengusaha yang mempunyai izin usaha penjualan minyak goreng dengan harga normal, dan mempunyai stok yang cukup.

Atas tawaran tersebut, para korban tergiur. Para korban tertarik mendapatkan minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan dijual kembali di saat langkanya minyak goreng.

Para korban lalu membeli minyak goreng secara bertahap mulai dari Rp500 ribu hingga Rp100 juta dengan total pembelian Rp2 miliar. Setelah ditransfer, pelaku menjanjikan para korban memberikan minyak goreng setiap Sabtu.

Namun seiring berjalannya waktu, dari semua transaksi pembelian, sebagian ada yang dibelikan minyak goreng dan sebagian uangnya digunakan oleh pelaku untuk kepentingan pribadinya tanpa sepengetahuan para korban.

"Para korban yang belum dibayarkan oleh pelaku sekitar Rp500 juta. Pelaku telah menggunakan uang para korban untuk kebutuhan sehari-hari sebanyak Rp50 juta rupiah," kata Kompol Slamet.

Baca juga: Polisi Ungkap Kejahatan Penipuan Berbasis Elektronik

Saat korban menanyakan minyak goreng, pelaku selalu menjanjikan dengan berbagai alasan. Kenyataannya minyak goreng yang dijanjikan tidak ada. Bahkan, saat dilakukan pengecekan ke gudang, ternyata toko tersebut milik orang lain yang tidak ada hubungan dengan pelaku.

"Pelaku hanya sebagai pembeli saja. Bahkan pelaku sempat membeli minyak goreng ke toko tersebut namun tidak dibayar hingga saat ini," tuturnya.

Setelah mengetahui hal tersebut, para korban melaporkan ke Polsek Kebon Jeruk. Unit Reskrim Polsek Kebon Jeruk melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku

"Pelaku berhasil diamankan dikediamannya berikut bukti hasil transferan para korban," ucap Slamet.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 378 KUHP juncto Pasal 372 KUHP dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara.(OL-5)

BERITA TERKAIT