07 July 2022, 20:25 WIB

Realisasi Janji Politik, Anies Resmikan Pusat Dokumen Sastra HB Jassin


Mohamad Farhan Zhuhri |

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra (PDS) Hans Bague (HB) Jassin di kawasan Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (PKJ TIM), Kamis (7/7).

Dalam sambutannya, Anies menyampaikan peresmian Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin ini sudah melewati proses yang amat panjang. Mulai dari kesepakatan yang dilakukan dengan pihak keluarga HB Jassin.

Peresmian Perpustakaan Jakarta dan Pusat HB Jassin adalah salah satu dari 23 janji kepemimpinan yang bisa diwujudkan.

"Ini salah satu janji yang kami eksplisitkan dari 23 janji yang kami bawa, salah satunya peresmian Perpustakaan Jakarta dan Pusat HB Jassin," kata Anies di Taman Ismail Marzuki, Kamis (7/7).

Oleh karena itu, dirinya memerintahkan jajarannya untuk dapat mengelola seluruh koleksi, yang harapannya dijadikan pegangan dalam mengelola perpustakaan tersebut ke depan.

“Tugas kita bukan merawat saja, tetapi juga mengembangkan, Tadi kami pesankan, penting sekali agar generasi baru datang ke tempat ini. Kami berharap perpustakaan Jakarta mencerminkan perpustakaan masa depan di Indonesia,” tuturnya.

Baca juga: DKI Ambil Alih Pusat Dokumentasi HB Jassin

Di dalam perpustakaan Jakarta terdapat 138.000 koleksi di Perpustakaan Jakarta dan 4.395 koleksi di PDS HB Jassin. Perpustakaan Jakarta berisi koleksi buku-buku umum, buku-buku anak, hingga koleksi kejakartaan yang relevan dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, koleksi di PDS HB Jassin berfokus pada pendokumentasian karya sastra, termasuk dokumen tulisan tangan sastrawan-sastrawan besar, seperti Chairil Anwar, WS Rendra, dll.

Untuk diketahui, salah satu janji politik Anies yakni membangun dan merevitalisasi pusat-pusat pengembangan kebudayaan, antara lain dengan membangun Taman Benyamin Sueb sebagai pusat perawatan dan pengembangan kebudayaan Betawi dan pusat interaksi lintas-komunitas, yang di dalamnya berdiri Museum Kebudayaan Betawi.

Kedua, menyelamatkan dan merevitalisasi Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin dengan melakukan digitalisasi seluruh koleksinya, profesionalisasi pengelolaannya serta memperlayak sarana dan prasarananya dan ketiga menjadikan Jakarta sebagai pusat kebangkitan film nasional melalui sinergi dengan semua pemangku kepentingan dalam kerja kreatif sinematografi dan industri film.

Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin juga dilengkapi sejumlah ruang baru, antara lain ruang multifungsi, ruang permainan anak, bilik cerita, ruang baca privat, ruang podcast, ruang komputer, dan ruang koleksi kejakartaan.(OL-5)

BERITA TERKAIT