06 July 2022, 21:17 WIB

TKDN Bekali Bus Penumpang PPD Dengan Teknologi Driver Safety Monitoring 


Mohammad Farhan Zhuhri |

PT Teknologi Karya Digital Nusa (TKDN) menandatangani MoU dengan Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta (Perum PPD).

Kerja sama yang disepakati kedua belah pihak itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan dan aspek keselamatan kendaraan dalam pengangkutan penumpang. 

Penandatanganan kerjas ama strategis untuk memajukan transportasi darat itu dilakukan di Park Hotel Cawang, Jakarta Timur, Selasa (5/7/2022), dihadiri oleh Presiden Direktur TKDN David Santoso dan Direktur Utama Perum PPD Pande Putu Yasa. 

Adapun isi MoU tersebut terkait kerja sama penggunaan perangkat IoT (TKDN Advance Mobility atau TAM Fleet) di unit-unit bus milik Perum PPD. 

Adapun implementasi teknologi IoT dari TKDN dapat dilihat dalam salah satu perangkat TAM Fleet seperti Driver Safety Monitoring (DSM). 

Dengan teknologi mumpuni ini, perangkat DSM dapat memberikan Driver Behavior Analysis untuk memantau perilaku pengemudi agar tidak melakukan pelanggaran selama armada beroperasi.

Sehingga diharapkan, angka kecelakaan lalu lintas yang disebabkan kelalaian pengemudi bisa ditekan. 

Selain itu, teknologi mutakhir lainnya yang digunakan TKDN yakni terdapat di perangkat Blind Spot Detection yang menggunakan 3D depth camera with AI yang mampu mendeteksi keberadaan pejalan kaki maupun kendaraan disekitar armada dengan keakuratan mencapai 95% sehingga dapat meminimalisir kecelakaan lalu lintas. 

Teknologi AI itu juga diterapkan di perangkat APC, dimana alat ini dapat menghitung jumlah penumpang yang naik secara akurat. 

Baca juga : MTI: Kurangi Macet Jakarta, Strategi "Push and Pull" Harus Seimbang

Perangkat lain dari TAM Fleet seperti Advance Driver Assistance System (ADAS) dan Indicator R-Watch bahkan dapat memberikan peringatan awal jika armada kendaraan terdeteksi menyimpang dari jalur, melewati batas kecepatan ataupun jika terjadi potensi tabrakan depan. 

Kemudian fitur andalan lainnya ialah perangkat pelacak dan keamanan kendaraan yang menggunakan perpaduan teknologi Global Positioning System (GPS), dan dikombinasikan dengan Global System for Mobile Communication (GSM) dari TAM Fleet yang mampu melacak, memantau posisi dan status kendaraan secara real time. 

Direktur Utama PT TKDN David Santoso menilai penggunaan perangkat IoT sangat tepat disematkan di dalam manajemen armada. 

Menurutnya, teknologi yang terintegrasi dapat meningkatkan tingkat efisiensi operasional dan yang tak kalah penting bisa mendorong customer satisfaction. 

"Hal ini merupakan salah satu bentuk komitmen TKDN untuk program digitalisasi di sektor transportasi melalui teknologi IoT canggih yang terintegrasi demi mendukung smart city," kata David melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (6/7). 

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum PPD Pande Putu Yasa berharap dengan kerja sama tersebut kualitas dan layanan kendaraan pengangkut penumpang dapat semakin meningkat sesuai dengan standar minimum pelayanan yang dibuat oleh pemerintah. 

Untuk diketahui, PT TKDN didirikan pada 2016 dan hadir untuk memberikan solusi sistem layanan untuk transportasi dan armada dengan menggabungkan teknologi terbaru untuk memungkinkan klien melayani basis pelanggannya. Terutama sektor transportasi, dan mendukung Smart City. 

Solusi/layanan yang ditawarkan adalah Software as a Service, Transport Payment Solutions, IoT and Telematics Smart Bus (TAM Fleetwood), dan Business Process Outsourcing (BPO). (OL-7)

BERITA TERKAIT