05 July 2022, 19:44 WIB

Gerakan Guna Ulang Jakarta Kurangi Plastik Sekali Pakai


mediaindonesia.com |

GERAKAN Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) dan Zero Waste Living Lab (ZWLL) Enviu mempersembahkan Gerakan Guna Ulang Jakarta untuk mewujudkan ekosistem yang dapat mendukung gaya hidup guna ulang di Jakarta.

Program ini bertujuan untuk mengurangi plastik sekali pakai dari produk sehari-hari yang masih menjadi masalah utama, seperti kemasan makanan, kemasan produk rumah tangga dan kemasan plastik dari layanan pesan-antar makanan online.

DKI Jakarta perlu meningkatkan upaya pengurangan plastik sekali pakai. Pemerintah Provinsi DKI sudah memiliki peraturan pelarangan kantong plastik sejak tahun 2020.

Setelah dua tahun diterapkan, kesadaran masyarakat untuk mengurangi konsumsi plastik sekali pakai semakin meningkat.

Untuk mencapai pengurangan sampah plastik sebesar 30% pada tahun 2025, Jakarta perlu memanfaatkan upaya pengurangan plastik sekali pakai, selain kantong plastik.

“Setelah melakukan pelarangan, pengurangan sampah plastik sekali pakai dapat diatasi dengan menerapkan sistem guna ulang yang mudah dan terjangkau," kata Tiza Mafira, Executive Director, GIDKP., dalam keterangan pers, Selasa (5/7).

Baca juga: KLHK Sebut Peran Produsen Penting dalam Kurangi Sampah Plastik

"Minimnya akses terhadap alternatif sistem guna ulang diyakini menjadi salah satu hambatan terbesar untuk mengadopsi gaya hidup ini. Karenanya, Gerakan Guna Ulang Jakarta melakukan intervensi dengan mengedukasi masyarakat tentang alternatif gaya hidup guna ulang,” ucapTiza.

“Insya Allah kegiatan ini memberikan banyak manfaat bagi lingkungan dan menyadarkan kita semua untuk mulai berubah dan mengurangi konsumsi plastik sekali pakai. Nantinya lingkungan yang kita tinggali ini harus bisa kita wariskan kepada anak cucu kita," ucap Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta.

"Karena itu, gerakan ini menjadi penting untuk kesadaran kita semua, kesadaran seluruh warga Jakarta. Saya sampaikan terima kasih atas terselenggaranya Gerakan Guna Ulang Jakarta,” jelas Anies.

Berkolaborasi dengan GIDKP adalah ZWLL Enviu, venture builder yang memberikan dukungan bagi startup yang ingin memberikan dampak bagi lingkungan dan komunitas.

“Kemasan makanan, kemasan produk rumah tangga atau peralatan makan sekali pakai masih mencemari perairan Jakarta," kata Darina Maulana, Indonesia Program Lead, Zero Waste Living Lab, Enviu.

"Meskipun terlihat lebih ekonomis, sampah kemasan sekali pakai sulit untuk didaur ulang, sehingga meningkatkan biaya pengelolaan sampah lokal dan menurunkan kualitas lingkungan kita bersama," katanya.

"Gerakan Guna Ulang Jakarta memberikan kemudahan untuk mengadopsi gaya hidup guna ulang dengan dukungan portofolio Enviu yang terdiri dari startupstartup yang berambisi mengubah dunia,” jelas Darina.

Startup berbasis teknologi binaan Enviu dan berpartisipasi dalam gerakan ini adalah QYOS, Koinpack dan ALLAS. QYOS merupakan startup yang menyediakan mesin isi ulang otomatis untuk produk rumah tangga di toko-toko dekat kompleks perumahan.

Koinpack mengoperasikan sistem pengemasan inovatif yang dapat digunakan kembali untuk menggantikan sachet dan jenis kemasan sekali pakai lainnya dengan memberikan deposit dan insentif. ALLAS adalah penyedia kemasan pengantaran makanan online berkelanjutan pertama di Jakarta. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT