04 July 2022, 09:45 WIB

Artis Sinetron Claudio Martinez Dikeroyok di Tempat Hiburan Malam


Rahmatul Fajri |

ARTIS sinetron yang juga mantan pemain sepak bola, Claudio Martinez, 41, diduga menjadi korban pengeroyokan di sebuah tempat hiburan malam di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Istri Claudio, Musriana, mengungkapkan pengeroyokan, yang diduga dilakukan karyawan tempat hiburan malam itu, terjadi pada Sabtu (2/7) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.

Menurut Ana, sapaan akrabnya, kejadian bermula saat suaminya tersenggol dan kakinya terinjak oleh salah seorang pegawai. Claudio menegur pegawai tersebut karena dianggap kurang berhati-hati di tengah ramainya pengunjung tempat hiburan malam.

Baca juga: Kasus Dugaan Pengeroyokan, Polisi Minta Iko Uwais Kooperatif

"Awalnya karena tempat ramai, suami saya terinjak dan tersenggol. Suami saya tegur. Eh malah waiters-nya nyolot dan dorong suami saya duluan, sehingga suami saya marah dan tabok bahu si waiters," ujar Ana saat dihubungi, Senin (4/6).

Tidak lama setelah kejadian itu, datang pegawai lainnya yang mendorong Claudio dari arah belakang dan menuduh telah memukul rekannya menggunakan botol.

Setelah itu, sejumlah pegawai lain juga berdatangan dan langsung mengeroyok korban hingga mengalami luka-luka.

"Selang sekitar 10 menit, waitress ini ngadu (ke rekan-rekanya) dan bilang dipukul pakai botol. Kemudian suamiku sengaja didorong gitu sama waitress lain dan dicaci maki," ungkap Ana.

"Suami kepancing, dia doronglah. Eh tiba-tiba dicekik dan dipukul dari depan dan belakang. Itulah awal mula sampai dikeroyok dan dikejar sampai lift, lobby dan jalan raya," sambungnya.

Ana dan suaminya melaporkan kejadian pengeroyokan tersebut ke Polda Metro Jaya pada Sabtu siang sekitar pukul 14.00 WIB. Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/3318/VII/SPKT/Polda Metro Jaya.

Saat ini, Ana mengaku masih menunggu informasi lebih lanjut dari penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya terkait penanganan laporan dugaan kasus pengeroyokan yang dilaporkannya.

"Pelakunya yang jelas lebih dari lima orang. Kami masih menunggu kabar (perkembangan) dari Polda hari ini," pungkasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT