27 June 2022, 17:13 WIB

Kedubes Malaysia Didemo, Bentuk Kekecewan Putusan Kasus Adelina


Sutton |

KOALISI Masyarakat yang mengawal kasus Adelina Lisao berunjuk rasa di Kedutaan Besar Malaysia, Senin (27/6) pada pukul 10:30 WIB. Salah satu peserta aksi, Anis Hidayah, menduga Adelina meninggal lantaran ada penganiayaan yang tidak menusiawi dari majikannya karena diketahui Adelina bekerja 18 jam dalam sehari.

"Selama bekerja dia diperlakukan tidak adil. Kita datang untuk melakukan protes dan kecewa kepada Malaysia yang memutuskan bebas kepada majikan Adelina. Kami khawatir bahwa putusan bebas ini akan menjadi presenden buruk dalam penegakan hukum kasus-kasus yang lain, terutama asisten rumah tangga yang masih bekerja di Malaysia,” ujar Anis.

Baca juga: Kasus Dugaan Pengeroyokan, Polisi Minta Iko Uwais Kooperatif

Adapun, Adelina Lisao merupakan asisten rumah tangga asal Nusa Tenggara Timur yang meninggal dunia dengan banyak luka di tubuhnya pada Februari 2018 silam. Namun, Mahkamah Persekutuan Malaysia yang setara dengan Makhkamah Agung di Indonesia memvonis secara bebas pelaku penganiayaan yakni majikan Adelina sendiri.

"Kami sangat kecewa, terutama saya, saya kan sering sekali ketemu keluarga Adelina. Saat ini saya memang tugas di Kupang dan saya merasakan bagaimana keluarga korban mengalami kedukaan, keperihan dan waktu itu juga saya bertemu dengan mama Adelina, dia memang sangat mengharapkan keadilan. Mereka adalah orang orang kecil mereka tidak bisa bersuara,” ujar salah satu suster peserta yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil tersebut. (OL-6)

BERITA TERKAIT